KENDAL, inspiratifonline.com – Upaya meningkatkan minat baca pada anak tidak cukup dilakukan di ruang kelas. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga pemerintah, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong anak gemar membaca sejak usia dini.
Komitmen itu diwujudkan Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa melalui kegiatan literasi di MI NU 17 Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Jumat (31/7/2026). Program tersebut berkolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Kendal yang menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling.
Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT ke-22 Posko 195 Harjakarsa, Anjar Maulana, mengatakan literasi perlu ditanamkan melalui aktivitas yang menyenangkan agar anak-anak terbiasa menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik. Melalui kolaborasi ini, kami berharap budaya literasi semakin tumbuh dan mampu menambah wawasan mereka sejak dini,” ujarnya.
Selain membaca buku, para siswa juga diajak berdiskusi dan menceritakan kembali isi bacaan maupun tayangan edukatif yang mereka ikuti. Metode tersebut diharapkan mampu melatih kemampuan memahami informasi sekaligus membangun pola pikir yang lebih kritis.
Perwakilan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI sekaligus Duta Baca Kabupaten Kendal, Shofi Asfika, menilai literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan mengolah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat.
“Literasi akan bermakna ketika ilmu yang diperoleh mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa hari ini menjadi bukti bahwa semangat membaca dapat terus tumbuh jika semua pihak ikut mendukung,” katanya.
Pengelola Perpustakaan MI NU 17 Kebonharjo, Muhammad Hafidz Firmansyah, menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman baru bagi peserta didik sekaligus memperkuat program literasi yang telah berjalan di sekolah.
“Kami mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN bersama Dinarpus dan Relima. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya membaca semakin mengakar di lingkungan sekolah,” pungkasnya.