KENDAL, inspiratifonline.com – Membangun budaya demokrasi tidak cukup dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung.

Pendidikan politik dan kesadaran hukum perlu ditanamkan sejak dini agar lahir generasi muda yang memahami hak, kewajiban, serta mampu berperan aktif mengawal proses demokrasi di lingkungannya.

Berangkat dari hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal menjajaki kerja sama dengan SMAN 2 Sukorejo, Rabu (29/7/2026). Sinergi itu disiapkan sebagai langkah memperluas pengawasan partisipatif melalui program pendidikan kepemiluan, Bawaslu Goes to School, hingga pembinaan di lingkungan Pramuka.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kendal, M. Habibi, mengatakan keterlibatan pelajar menjadi kebutuhan karena pengawasan pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga penyelenggara.

“Dengan jumlah personel yang terbatas dibanding luas wilayah dan jumlah pemilih di Kabupaten Kendal, kami membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk para pelajar, agar budaya pengawasan dapat tumbuh sejak dini,” ujarnya.

Menurut Habibi, siswa yang telah mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) maupun bergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu diharapkan mampu menjadi penyebar informasi dan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapannya mereka mampu menjadi contoh bagi teman-temannya, mengajak lingkungan sekitar memahami pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” katanya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kendal, M. Atho’illah, menambahkan bahwa pembinaan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dasar-dasar hukum kepemiluan.

“Melalui Saka Adhyasta Pemilu, siswa dikenalkan dengan aspek hukum dalam penyelenggaraan pemilu. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan minat mereka terhadap dunia hukum sekaligus memperkuat kepedulian terhadap demokrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sukorejo, Yazid Mubasir, menyatakan pihak sekolah menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bawaslu dapat memperkaya pengalaman belajar siswa di luar kelas sekaligus membentuk karakter kepemimpinan.

Pembina Pramuka SMAN 2 Sukorejo, Rini Widhiastuti, juga mengaku telah melihat dampak positif dari keterlibatan siswa dalam Saka Adhyasta Pemilu, terutama saat mereka berperan dalam proses pemilihan pengurus OSIS.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak siswa yang memperoleh pengalaman, meningkatkan kapasitas diri, dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap demokrasi serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *