KENDAL, inspiratifonline.com – Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat gerakan sosial dan ekonomi masyarakat. Gagasan tersebut mulai diterapkan di Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, melalui program Bank Sampah ECO Masjid yang dibangun mahasiswa KKN UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan Kelompok 39 di Masjid Baitul Mu’minin, Jumat (31/7/2026).
Program ini mengajak warga menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai jual, seperti botol plastik, kardus, dan kaleng. Hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional masjid serta kegiatan kemasyarakatan di lingkungan sekitar.
Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN UIN Gus Dur Kelompok 39, Umil Azmiatul Aeman, mengatakan bank sampah tersebut dibangun sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, pengurus masjid, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperkuat kemandirian masjid.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Sampah yang masih bernilai ekonomis juga bisa menjadi sedekah dan manfaatnya dikembalikan lagi untuk kepentingan masjid dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Umil, lokasi bank sampah ditempatkan di belakang Masjid Baitul Mu’minin agar mudah dijangkau warga. Setiap sampah yang disetorkan akan dipilah, ditimbang, kemudian dijual kepada pengepul. Dana yang terkumpul akan dikelola bersama pengurus masjid sesuai kebutuhan yang telah disepakati.
Ia menilai gerakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari ibadah sosial dan gotong royong.
“Kami berharap warga RW 04 terus berpartisipasi menyetorkan sampah ke Bank Sampah ECO Masjid. Jika dikelola secara berkelanjutan, program ini bisa menjadi sumber dana tambahan bagi masjid sekaligus membuat lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat,” pungkasnya.