KENDAL, inspiratifonline.com – Pertumbuhan investasi dan kawasan industri di Kabupaten Kendal membuka peluang kerja yang semakin luas. Namun, peluang tersebut dinilai hanya bisa dimanfaatkan apabila masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperluas pelatihan berbasis kompetensi sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing.

Sebanyak 96 peserta menyelesaikan Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi (BUK) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 Tahap III yang digelar UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal. Program tersebut meliputi pelatihan operator garmen, elektronika, dan otomotif yang diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan berkembangnya investasi di daerah. Menurutnya, pelatihan kerja tidak hanya bertujuan mencetak pencari kerja, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

“Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong penerapan strategi triple skilling yang meliputi skilling, upskilling, dan reskilling melalui berbagai pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh BLK, BLKK maupun LPKS,” ujar Dyah Kartika Permanasari saat menutup pelatihan di UPTD BLK Kendal, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan kewirausahaan, penguatan karakter, serta keterampilan digital agar lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja. Pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan layanan informasi lowongan pekerjaan melalui aplikasi Kendal Karier untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Kepala UPTD BLK Disperinaker Kendal, Hendro Setiyo Utomo, menjelaskan pelatihan tahap III diikuti 96 peserta yang terbagi dalam enam kelas, terdiri atas operator garmen, elektronika, dan otomotif. Hingga pertengahan 2026, jumlah peserta yang telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi melalui program DBHCHT mencapai sekitar 380 orang.

Salah seorang peserta, Hilda Riski Aulia, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan memasuki dunia kerja.

“Selain mendapatkan keterampilan di bidang garmen, saya juga memperoleh pembelajaran mengenai kerja sama tim serta penguatan soft skill. Kerja sama BLK dengan perusahaan di KEK Kendal juga membuat kami memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja setelah pelatihan selesai,” ujarnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *