KENDAL, inspiratifonline.com – Hasil pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya diarahkan untuk membentuk keterampilan, tetapi juga memiliki peluang menjadi produk yang bernilai jual. Agar hasil karya warga binaan mampu bersaing di pasar, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal mulai membangun kerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal.
Langkah itu dibahas dalam audiensi antara Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, dengan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo, di kantor dinas setempat, Rabu (1/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Lapas Terbuka memperkenalkan berbagai produk hasil pembinaan warga binaan, mulai dari telur puyuh, ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB), jagung, hingga melon. Produk-produk tersebut merupakan hasil program pembinaan kemandirian yang selama ini dikembangkan di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan pembinaan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi juga diarahkan agar hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti.
“Lapas Terbuka Kendal tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian yang menghasilkan produk berkualitas. Kami siap mendukung kebutuhan pasar apabila terdapat permintaan terhadap telur puyuh maupun produk hasil pembinaan lainnya. Harapannya, kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM ini dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas sehingga hasil karya warga binaan memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bekal mereka saat kembali ke masyarakat,” ujar Nu’man Fauzi.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal menyatakan kesiapan membantu memperluas pemasaran produk tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan area pasar yang dikelola pemerintah daerah sebagai tempat promosi dan penjualan hasil pembinaan warga binaan.
“Kami mengapresiasi langkah Lapas Terbuka Kendal yang berhasil menghasilkan produk pembinaan yang layak dipasarkan. Kami siap memberikan dukungan, termasuk memfasilitasi apabila diperlukan lokasi di pasar untuk memasarkan produk-produk hasil pembinaan warga binaan. Semoga kerja sama ini mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan di Lapas Terbuka Kendal,” kata Toni Ari Wibowo.
Melalui kolaborasi tersebut, produk hasil pembinaan diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga binaan ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
