KENDAL, inspiratifonline.com – Pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Salah satunya melalui pengembangan pertanian terpadu yang menghubungkan sektor budidaya tanaman dengan peternakan sehingga hasil panen memiliki nilai guna yang lebih luas.

Pola tersebut diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal melalui panen jagung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas sekitar 3.000 meter persegi, Minggu (12/7/2026). Jagung yang dipanen dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam dan entok yang dipelihara di area lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, mengatakan hasil panen tidak hanya diukur dari banyaknya produksi, tetapi juga dari manfaat yang mampu dihasilkan bagi proses pembinaan warga binaan.

“Pertanian yang kami kembangkan tidak berdiri sendiri. Hasil panennya dimanfaatkan untuk mendukung peternakan sehingga warga binaan belajar bagaimana mengelola usaha secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ary, model pembinaan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola sumber daya yang ada. Selain menghemat kebutuhan pakan ternak, mereka juga memperoleh pemahaman mengenai proses produksi dari hulu hingga hilir.

Ia menilai keterampilan seperti itu menjadi bekal penting ketika warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat karena dapat diterapkan sebagai peluang usaha maupun sumber penghasilan.

“Kami ingin mereka pulang dengan membawa kemampuan yang bermanfaat. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama menjalani pembinaan bisa menjadi modal untuk hidup mandiri dan membuka kesempatan ekonomi setelah bebas,” pungkas Ary.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *