KENDAL, inspiratifonline.com – Harmoni antarumat beragama menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Di tengah beragam dinamika sosial yang berkembang, komunikasi lintas agama dipandang perlu terus diperkuat agar rasa saling menghormati dan kebersamaan tetap terjaga di tengah masyarakat.

Isu tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Sarasehan “Ngopi Bareng” Putaran III yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal di Ma’had Shoutul Qur’an, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Jumat (10/7/2026) malam. Forum itu dihadiri tokoh agama, organisasi kepemudaan, Forkopimcam Brangsong, serta jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, menilai forum seperti ini memiliki peran penting sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat hubungan antarelemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

“FKUB telah menunjukkan komitmennya dengan terus menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat. Kerukunan harus dipelihara melalui komunikasi yang terbuka agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Kendal merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan harus terus dijaga agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

“Ketika komunikasi berjalan baik, masyarakat akan lebih mudah menjaga persatuan. Itu menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan keamanan dan keharmonisan di Kabupaten Kendal,” katanya.

Ketua FKUB Kabupaten Kendal, KH. Sajidin Noor, berharap penguatan forum kerukunan tidak hanya berjalan di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat diperluas hingga kecamatan agar pembinaan masyarakat semakin optimal.

“Kami ingin semangat toleransi dan kebersamaan semakin mengakar di masyarakat. Karena itu, keberadaan FKUB di tingkat kecamatan perlu diperkuat agar komunikasi lintas agama dapat berjalan lebih dekat dan berkelanjutan,” ujar KH. Sajidin Noor.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *