KENDAL, inspiratifonline.com – Khitan sering kali menjadi momen yang membuat anak-anak merasa cemas. Karena itu, pelayanan yang ramah dan pendekatan yang menyenangkan dinilai menjadi faktor penting agar proses khitan dapat dilalui tanpa rasa takut. Suasana tersebut tampak dalam kegiatan khitan massal yang digelar di Pondok Pesantren A.P.I Al-Ma’wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (27/6/2026).
Sebanyak 60 anak dari Kabupaten Kendal, Batang, dan Kota Semarang mengikuti kegiatan yang didukung Djarum Foundation bersama Rumah Sakit Baitul Hikmah (RSBH) Kendal. Selain memperoleh layanan khitan gratis, peserta juga diajak menikmati suasana yang dibuat lebih akrab melalui iringan banjari, photobooth dengan hasil cetak langsung, hingga pembagian bingkisan berupa sarung, peci, baju, dan perlengkapan lainnya.
Di balik kelancaran pelaksanaan tersebut, tim medis menerapkan prosedur khusus agar peserta merasa lebih tenang sebelum tindakan dilakukan.
Operator Khitan RSBH Kendal, Rozi, mengatakan kenyamanan psikologis anak menjadi langkah pertama sebelum proses medis dimulai.
“Anak-anak biasanya datang dengan rasa takut. Karena itu, kami tidak langsung melakukan tindakan. Mereka kami buat rileks terlebih dahulu supaya lebih tenang menghadapi proses khitan,” ujarnya.
Menurut Rozi, setelah kondisi anak mulai nyaman, tenaga medis kemudian mengalihkan perhatian peserta agar tidak fokus pada tindakan yang sedang dilakukan. Cara tersebut dinilai efektif mengurangi rasa cemas sekaligus membuat proses berjalan lebih lancar.
“Sesudah anak benar-benar rileks, perhatian mereka kami alihkan sehingga tidak fokus pada proses penyuntikan. Setelah anestesi bekerja sempurna dan kami pastikan sudah tidak ada rasa sakit, baru tindakan dilakukan sesuai prosedur. Dengan cara ini anak lebih nyaman dan prosesnya aman,” jelasnya.
Ia menambahkan seluruh tahapan dilakukan mengikuti standar operasional yang telah diterapkan rumah sakit, mulai dari pemeriksaan awal hingga penutupan luka setelah tindakan selesai.
“Kami memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai SOP. Tujuannya bukan hanya agar tindakan berjalan aman, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik sehingga anak tidak mengalami trauma setelah dikhitan,” katanya.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Batang, Azam Pratama, mengaku rasa khawatir yang sempat dirasakannya hilang setelah mendapatkan pendampingan dari tim medis.
“Rasanya tidak sakit, cuma seperti digigit semut. Dokternya juga lucu dan sering mengajak kami ngobrol, jadi tidak takut lagi. Setelah selesai kami juga dapat bingkisan seperti sarung, peci, baju, dan lainnya. Saya senang sekali ikut khitan massal ini,” ungkap Azam.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan karena dinilai sangat membantu anak-anak dan orang tua.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada supaya lebih banyak teman-teman yang bisa ikut khitan dengan nyaman, aman, dan tanpa takut lagi,” tutupnya.