KENDAL, inspiratifonline.com – Pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan kini tidak hanya berorientasi pada pembentukan sikap dan kedisiplinan, tetapi juga membekali warga binaan dengan kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Salah satu keterampilan yang terus dikembangkan adalah sektor pertanian, yang dinilai mampu menumbuhkan kemandirian sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan lapas.
Program tersebut kembali membuahkan hasil setelah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal memanen tanaman kangkung yang dibudidayakan di lahan pertanian lapas, Selasa (7/7/2026). Panen dilakukan bersama petugas pembinaan dan menghasilkan 14,620 kilogram kangkung yang selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur lapas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kendal mengatakan, kegiatan pertanian sengaja dikembangkan agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan bercocok tanam, kami ingin membangun kemandirian warga binaan dengan memberikan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, hasil panen juga bisa mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas,” ujarnya.
Ia menambahkan, program pertanian akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, semakin banyak warga binaan yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan, baik dari sisi keterampilan maupun produktivitas.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berjalan sehingga warga binaan memiliki bekal yang bermanfaat setelah bebas nanti, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan lapas yang lebih produktif dan mandiri,” pungkasnya.