KENDAL, inspiratifonline.com – Kaderisasi menjadi napas bagi keberlangsungan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama. Melalui proses pembinaan sejak dini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu mengambil peran di tengah masyarakat. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU Rayon Selatan Kecamatan Brangsong yang digelar selama dua hari, 27–28 Juni 2026, di MI NU 07 Kertomulyo.

Sebanyak 31 pelajar dari enam desa, yakni Tunggulsari, Sumur, Blorok, Kertomulyo, Sidorejo, dan Penjalin, mengikuti kegiatan tersebut. Mengangkat tema “Militan, Loyalitas, Progresif”, Makesta menjadi tahap awal bagi anggota baru untuk mengenal organisasi sekaligus memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, serta Mars IPNU dan IPPNU dikumandangkan sebelum dilanjutkan pembacaan tahlil. Pembukaan juga dihadiri jajaran PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kendal, pengurus MWC NU Brangsong, serta perwakilan PAC dari beberapa kecamatan.

Ketua PAC IPNU Brangsong, M. Khoirul Anam, mengatakan Makesta bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi proses awal membentuk karakter kader.

“Makesta merupakan pintu masuk kaderisasi di IPNU dan IPPNU. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh agar memperoleh bekal ilmu, pengalaman, dan semangat berorganisasi yang nantinya bisa diterapkan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Selama mengikuti Makesta, peserta menerima materi tentang Ke-Aswajaan, Ke-NU-an, kepemimpinan, keorganisasian, keindonesiaan, tradisi amaliah Nahdlatul Ulama, hingga studi gender. Berbagai kegiatan pendukung seperti outbound, refleksi, pembaiatan, pre-test, post-test, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) juga menjadi bagian dari proses kaderisasi.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Brangsong, KH. Nur Hamid, menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dibina sejak awal.

“Kaderisasi merupakan pondasi organisasi. Apa yang dipelajari selama Makesta jangan berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun ketika menjalankan roda organisasi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Kertomulyo yang menyambut baik pelaksanaan Makesta di wilayahnya. Menurut panitia, sinergi antara organisasi kepelajaran, tokoh agama, dan pemerintah desa menjadi modal penting untuk membangun ruang pembinaan bagi generasi muda.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti prosesi pembaiatan sebagai tanda resmi bergabung menjadi kader IPNU dan IPPNU. Panitia berharap semangat yang diperoleh selama Makesta tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“Kami berharap peserta tetap aktif berproses di IPNU-IPPNU, menghidupkan organisasi di tingkat ranting maupun PAC, serta menjadi pelajar yang mampu memberi manfaat bagi agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama,” pungkas panitia.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *