KENDAL, inspiratifonline.com – Persoalan pengelolaan sampah, perbaikan infrastruktur jalan, hingga sistem zonasi penerimaan peserta didik menjadi sejumlah isu yang disampaikan warga Desa Sumur, Kecamatan Brangsong, saat mengikuti Program Bersih Desa, Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga), Jumat (3/7/2026).

Kegiatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Kendal itu diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan dan penanaman bibit pohon di sekitar kantor desa. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah sebagai wadah penyampaian berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Dalam forum tersebut, masyarakat mengusulkan penyediaan armada pengangkut sampah, fasilitas pengolahan sampah di tingkat desa, percepatan pembangunan jalan, hingga menyampaikan keluhan terkait kebijakan zonasi sekolah dasar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan pemerintah desa didorong untuk mulai membangun sistem pengelolaan sampah secara bertahap sembari menunggu dukungan sarana yang lebih memadai dari pemerintah.

“Untuk transportasi pengangkut sampah, kami mendorong pemerintah desa agar dapat mengupayakan pengadaannya. Sementara untuk pengolahan sampah, desa bersama masyarakat perlu memulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah. Nantinya Dinas Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan. Jika kesiapan masyarakat sudah terlihat, baru akan kami koordinasikan lebih lanjut mengenai dukungan alat pengolahan sampah,” ujar Dyah Kartika Permanasari.

Bupati juga menjelaskan bahwa usulan perbaikan jalan di Desa Sumur telah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2027. Adapun terkait sistem zonasi sekolah, menurutnya merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga berbagai masukan dari masyarakat akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain forum dialog, kegiatan Bersatu Siaga juga diisi dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis serta layanan administrasi kependudukan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Brangsong.

Salah seorang warga, Hamim, menilai forum semacam ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah.

“Program seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa menyampaikan aspirasi tanpa perantara. Harapan kami, berbagai usulan yang telah disampaikan tidak berhenti di forum diskusi saja, tetapi dapat ditindaklanjuti sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” kata Hamim.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *