BRANGSONG, inspiratif online.com – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SMA NU 05 Brangsong diisi dengan cara yang berbeda. Semangat kepramukaan dipertemukan dengan kegiatan keagamaan melalui apel, ziarah, tahlil, hingga pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (14/8/2026).

Rangkaian dimulai dengan apel di halaman sekolah. Mengenakan seragam Pramuka, para siswa mengikuti amanat kepala sekolah yang menekankan pentingnya menjadikan nilai kepramukaan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., mengatakan Pramuka memiliki ruang penting untuk melatih siswa menghadapi kehidupan di luar sekolah.

“Pramuka bukan hanya soal kegiatan di lapangan, tetapi bagaimana anak-anak belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan maupun orang lain,” ujar Ana.

Usai apel, rombongan guru dan siswa melanjutkan perjalanan menuju makam Mbah Dimyati Rois. Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jumat Beraksi “Jumat Pon” yang bertepatan dengan momentum Maulid Nabi.

Di lokasi, peserta mengikuti tahlil yang dipimpin KH. Muhaimin Anwar, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’/Berzanji bersama yang dipimpin Ustaz Abdul Azis, S.Pd.

Para siswa mengikuti rangkaian dengan tertib. Mereka juga diminta menyimpan telepon seluler selama acara agar dapat lebih fokus mengikuti pembacaan Barzanji dan doa bersama.

Perpaduan antara Pramuka dan kegiatan religius tersebut menjadi cara sekolah menanamkan pendidikan karakter melalui pengalaman langsung. Siswa diajak memahami bahwa kedisiplinan, kebersamaan, penghormatan kepada ulama, dan keteladanan Nabi dapat berjalan beriringan.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami nilai-nilai Pramuka secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan, termasuk melalui sikap hormat, disiplin, dan berakhlak baik,” kata Ana.

Momentum Hari Pramuka ke-65 yang bertepatan dengan bulan Rabiul Awal pun dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat sisi spiritual peserta didik.

“Yang kami bangun adalah keseimbangan. Anak-anak perlu memiliki kecakapan dan kedisiplinan, tetapi juga harus memiliki akhlak dan kepedulian kepada sesama,” pungkas Ana.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *