KENDAL, inspiratifonline.com — Proses pemulihan korban penyalahgunaan narkotika tidak hanya berhenti pada rehabilitasi medis maupun sosial.

Dukungan terhadap kebutuhan hidup dan pendampingan berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting agar para penyintas Napza mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan diterima di tengah masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penyaluran bantuan Pemenuhan Hidup Layak (PHL) yang digelar di Sekretariat Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), Desa Caruban, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jumat (22/5/2026). Kegiatan itu melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal bersama Balai Sentra Kartini Temanggung.

Sebanyak 20 penerima manfaat menerima bantuan dalam program tersebut, termasuk lima orang korban penyalahgunaan Napza yang menjadi binaan BNNK Kendal. Penyaluran bantuan turut dihadiri Kepala Sentra Kartini Temanggung dr. Nova Dwiyanto Suli, Kepala Balai Pemasyarakatan Semarang Totok Budiyanto, serta Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Kendal Sylvia Yunitaningrum.

Dalam kegiatan itu, Sylvia menyampaikan bantuan yang diberikan diharapkan mampu membantu kebutuhan dasar para penerima manfaat selama menjalani proses pemulihan sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sentra Kartini yang telah memberikan bantuan kepada rekan-rekan korban Napza binaan BNNK Kendal. Harapannya, bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan hidup klien korban Napza, sehingga mampu untuk memenuhi kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan kebutuhan hidup menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko mantan pengguna kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Selain itu, pendampingan sosial juga diperlukan agar mereka memiliki semangat menjalani kehidupan baru yang lebih sehat dan produktif.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima manfaat tampak mengikuti rangkaian acara dengan antusias sebelum bantuan diserahkan secara simbolis.

Pihak penyelenggara berharap sinergi antarinstansi dalam mendampingi korban penyalahgunaan Napza terus diperkuat agar proses reintegrasi sosial berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

“Bantuan ini bukan sekadar bentuk perhatian, tetapi juga dorongan agar mereka bisa bangkit, lebih mandiri, dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik bersama masyarakat,” ujarnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *