KENDAL, inspiratifonline.com – Mengenalkan luasnya keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak membutuhkan cara yang dekat dengan dunia mereka. Hal itu mendorong mahasiswa KKN UIN Walisongo Harjakarsa menghadirkan permainan edukatif sebagai media belajar bagi siswa SDN 2 Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Sekitar 30 siswa kelas VI mengikuti pembelajaran menggunakan Permainan Edukatif Nusantara (PENA), Selasa (11/8/2026). Media tersebut dirancang untuk menggabungkan aktivitas bermain dengan pengetahuan mengenai wilayah dan budaya Indonesia.
Papan PENA dibuat menyerupai peta Indonesia dan dilengkapi sejumlah petak yang berisi pertanyaan maupun informasi tentang Nusantara. Siswa harus menjawab pertanyaan dan berdiskusi ketika menjalankan permainan, sehingga proses belajar berlangsung dua arah.
Penggagas PENA, Ahmad Abiyyah Izdihar, mengatakan media tersebut dikembangkan dari konsep permainan yang sudah dikenal anak-anak, kemudian diberi muatan edukasi agar memiliki nilai pembelajaran.
“Kami mencoba membuat materi tentang Nusantara menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan keseharian anak. Dengan bermain, mereka bisa belajar tanpa merasa sedang menerima pelajaran secara monoton,” ujar Ahmad.
Selama permainan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti setiap tahapan. Beberapa di antaranya berdiskusi dengan teman untuk menemukan jawaban, sementara siswa lainnya menunjukkan rasa penasaran terhadap informasi budaya yang terdapat dalam permainan.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 195 Harjakarsa, Nihayatul Muna, mengatakan pembelajaran melalui permainan memberikan ruang bagi siswa untuk berani menjawab dan menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki.
“Kami ingin anak-anak ikut terlibat dalam proses belajar. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga bermain, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi bersama teman,” kata Nihayatul.
Selain memperkenalkan budaya, permainan tersebut juga mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan teman satu kelompok. Pola pembelajaran seperti itu dinilai dapat membuat suasana kelas lebih hidup sekaligus memberi pengalaman baru bagi peserta didik.
Bagi mahasiswa KKN, PENA menjadi salah satu cara untuk membawa inovasi sederhana ke lingkungan sekolah. Media tersebut juga menunjukkan bahwa pengenalan budaya dapat dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan tanpa menghilangkan unsur pembelajaran.
“Harapan kami, siswa semakin tertarik mengenal Indonesia dengan segala keberagamannya dan pengalaman belajar melalui PENA bisa menjadi sesuatu yang mereka ingat,” ujar Nihayatul.