KENDAL, inspiratifonline.com – Posyandu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat di tingkat desa. Agar pelayanan berjalan maksimal, kolaborasi berbagai pihak diperlukan, termasuk keterlibatan mahasiswa yang mampu memberikan tenaga sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Peran tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Mojoagung, Kabupaten Kendal, Rabu (5/8/2026). Bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu, mereka mendampingi pelayanan bagi balita, anak-anak, remaja, hingga lansia, termasuk mengunjungi warga yang tidak dapat datang ke lokasi pemeriksaan.

Sejak pelayanan dimulai, mahasiswa membantu proses pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, pencatatan hasil pemeriksaan, serta mengarahkan warga selama mengikuti layanan kesehatan. Sementara bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas, pemeriksaan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah bersama kader Posyandu.

Koordinator Desa KKN UPGRIS Mojoagung, Rasalman, mengatakan keterlibatan mahasiswa di Posyandu merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus pengalaman belajar yang tidak diperoleh di ruang kuliah.

“Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar melaksanakan program KKN. Dengan membantu pelayanan Posyandu, kami bisa belajar memahami kebutuhan warga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Desa Mojoagung,” katanya.

Menurutnya, interaksi dengan masyarakat dari berbagai kelompok usia juga memberikan pengalaman dalam membangun komunikasi, kepedulian sosial, dan kerja sama dengan tenaga kesehatan maupun kader Posyandu.

Selain mempercepat pelayanan, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pendekatan jemput bola kepada lansia juga menjadi upaya agar tidak ada warga yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Rasalman berharap sinergi yang telah terbangun selama pelaksanaan KKN dapat terus berlanjut meski masa pengabdian mahasiswa telah selesai. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan di tingkat desa.

“Kami berharap semangat gotong royong ini terus terjaga. Ketika semua pihak saling mendukung, pelayanan kesehatan akan semakin mudah dijangkau dan masyarakat Desa Mojoagung dapat hidup lebih sehat serta lebih peduli terhadap kesehatannya,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *