Screenshot

KENDAL, inspiratifonline.com – Pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari cepatnya proses administrasi, tetapi juga dari cara petugas berinteraksi dengan masyarakat. Keramahan, komunikasi yang efektif, dan kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Atas dasar itu, Lapas Terbuka Kendal menggandeng Bank BJB untuk berbagi pengalaman mengenai budaya pelayanan kepada seluruh jajaran petugas. Pembekalan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Lapas Terbuka Kendal, Selasa (14/7/2026), mengulas berbagai aspek pelayanan, mulai dari etika, komunikasi, hingga membangun kepuasan masyarakat.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari perubahan pola pikir setiap petugas. Menurutnya, pelayanan yang baik lahir dari kesadaran untuk menghormati dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati.

“Kami ingin seluruh petugas memahami bahwa melayani masyarakat bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga membangun kepercayaan melalui sikap yang ramah, profesional, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelayanan sehingga masyarakat memperoleh pengalaman yang lebih baik saat berurusan dengan Lapas Terbuka Kendal.

Sementara itu, Manajer Bisnis Konsumen dan Ritel Bank BJB Kantor Cabang Semarang, Ferry Indra Wijayanto, menilai pelayanan prima harus menjadi karakter organisasi, bukan sekadar teori yang dipelajari dalam pelatihan.

“Budaya pelayanan akan berhasil apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pengalaman terbaik kepada masyarakat. Dari situlah kepercayaan publik akan tumbuh dan kualitas organisasi terus meningkat,” katanya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *