KENDAL, inspiratifonline.com – Kepercayaan masyarakat dinilai menjadi salah satu modal utama bagi TNI dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan militer, tetapi juga menjaga kedekatan dengan masyarakat, menghormati keberagaman, dan menjadikan pengabdian kepada rakyat sebagai bagian dari jati diri seorang tentara.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, saat memberikan pengarahan kepada prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 935/Satria Bahurekso di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi sejumlah pejabat TNI dan Kementerian Pertahanan serta disambut Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali.
Sjafrie menegaskan, prajurit TNI harus mampu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di mana pun mereka bertugas. Menurutnya, keberhasilan menjalankan tugas tidak hanya diukur dari aspek pertahanan, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan publik.
“Sebagai tentara yang lahir dari rakyat dan dididik oleh negara, seluruh pengabdian TNI adalah untuk kepentingan rakyat,” kata Sjafrie.
Ia mengingatkan para prajurit agar selalu menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya masyarakat setempat, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan konflik. Nilai-nilai kebangsaan, kata dia, harus menjadi pegangan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, Menhan meminta seluruh prajurit mempersiapkan diri untuk mengemban tugas di berbagai wilayah Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, dan profesionalisme sebagai anggota TNI.
“Kamu harus siap untuk membela rakyat dari Sabang sampai Merauke, kamu harus siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.
Ia menambahkan, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus terus menjadi pedoman dalam bersikap maupun bertindak sehingga kehadiran TNI benar-benar membawa rasa aman dan manfaat bagi masyarakat.