KENDAL, inspiratifonline.com – Maraknya aksi balap liar di sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan Arteri Weleri, kembali memunculkan dorongan agar Kabupaten Kendal memiliki ruang yang layak bagi pegiat otomotif. Alih-alih membangun sirkuit permanen, usulan yang mengemuka justru mengarah pada pemanfaatan halaman Stadion Kebondalem sebagai arena olahraga multifungsi yang dapat digunakan secara bergantian untuk berbagai kegiatan.

Anggota Komisi A DPRD Kendal, Irwan Subiyantoro, menegaskan bahwa rencana renovasi halaman Stadion Kebondalem tidak dapat diartikan sebagai pembangunan sirkuit permanen. Menurutnya, kawasan tersebut tetap berfungsi sebagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai cabang olahraga.

“Perlu kami luruskan, yang direncanakan bukan sirkuit permanen. Halaman Stadion Kebondalem tetap merupakan fasilitas umum. Usulan dari pegiat otomotif hanya agar pengaspalannya menggunakan hotmix tanpa banyak penyekat sehingga bisa dimanfaatkan secara multifungsi,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, gagasan tersebut muncul setelah para komunitas otomotif menyampaikan aspirasi usai pelaksanaan Kendal Merdeka Drag Bike 2026. Dengan konsep tersebut, area stadion nantinya tidak hanya dapat dipakai untuk drag bike dan road race, tetapi juga slalom, sepatu roda, skateboard, sepeda, hingga berbagai agenda olahraga lainnya.

Irwan mengungkapkan, pemerintah daerah sebenarnya pernah merencanakan pembangunan sirkuit permanen. Namun, rencana itu harus ditunda menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.

“Pembangunan sirkuit permanen memang pernah dianggarkan, tetapi ditunda karena penyesuaian kebijakan efisiensi. Untuk saat ini, memanfaatkan halaman stadion menjadi pilihan yang lebih memungkinkan,” ujarnya.

Menurutnya, penyediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi balap liar yang masih sering terjadi di jalan umum. Kehadiran arena resmi dinilai dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang otomotif secara aman dan terarah.

“Kami prihatin karena balap liar masih sering terjadi, terutama di Arteri Weleri. Pemerintah perlu hadir menyediakan ruang yang aman agar hobi anak-anak muda bisa diarahkan menjadi prestasi, meskipun belum dalam bentuk sirkuit permanen,” katanya.

Irwan menambahkan, antusiasme peserta Kendal Merdeka Drag Bike yang mencapai ratusan starter menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga otomotif. Karena itu, menurutnya, Kendal membutuhkan venue yang representatif agar penyelenggaraan kejuaraan tidak lagi menggunakan jalan umum.

“Ratusan peserta yang ikut drag bike kemarin menjadi bukti bahwa kebutuhan venue memang nyata. Jika halaman Stadion Kebondalem bisa digunakan untuk kegiatan otomotif, ke depan event balap tidak perlu lagi digelar di jalan raya sehingga aktivitas masyarakat juga tidak terganggu,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *