KENDAL, inspiratifonline.com – Menjalani masa pembinaan bukan hanya tentang mengikuti aturan di dalam Lapas, tetapi juga memberi ruang bagi warga binaan untuk mengevaluasi diri dan menyiapkan perubahan. Penguatan nilai keagamaan menjadi salah satu bagian yang dapat membantu proses tersebut.
Lapas Kelas IIA Kendal menghadirkan siraman rohani dan pengajian bagi warga binaan pada Jumat (14/8/2026). Tausiah disampaikan Hj. Siti Juwariyah TP, S.E. atau Bunda Jujuk, pengasuh Pondok An Nasr Semarang dan SJB Pusat, bersama SJB Community “Indahnya Berbagi”.
Sejak pukul 09.00 WIB, warga binaan mengikuti pengajian hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Pesan yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya memperkuat keimanan, melakukan introspeksi, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki perilaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, mengatakan pembinaan spiritual memiliki posisi penting karena perubahan seseorang juga berawal dari kesadaran dalam dirinya.
“Ketika seseorang memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, proses pembinaan akan memiliki makna yang lebih kuat. Kami ingin nilai-nilai yang diperoleh selama di Lapas dapat menjadi bekal ketika mereka kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Ary.
Selain tausiah, SJB Community turut berbagi makanan ringan kepada warga binaan. Suasana pengajian berlangsung tertib dan khidmat, dengan warga binaan mengikuti materi yang diberikan hingga selesai.
Menurut Ary, pembinaan keagamaan perlu terus diberi ruang sebagai bagian dari proses membangun karakter warga binaan. Ia berharap pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat untuk meninggalkan perilaku buruk dan menata kembali kehidupan.
“Yang paling penting bukan sekadar mengikuti pengajian, tetapi bagaimana pesan yang diterima dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dari sini tumbuh niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat,” pungkas Ary.