KENDAL, inspiratifonline.com – Persoalan harga telur dan tingginya biaya produksi mendorong peternak unggas di Kabupaten Kendal menyampaikan aspirasi melalui aksi damai. Selain membawa sejumlah tuntutan, massa aksi juga memilih berbagi dengan masyarakat dengan membagikan 15.000 ekor ayam hidup di Alun-Alun Kendal, Senin (10/8/2026).

Aksi yang diikuti ribuan orang tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Kendal. Polisi tidak hanya mengatur pergerakan massa dan kendaraan, tetapi juga memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif agar seluruh rangkaian aksi berjalan aman.

“Kehadiran Polri di sini adalah untuk memberikan pelayanan dan perlindungan hukum bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif,” ujar AKBP Ratna.

Sebelum tiba di Alun-Alun Kendal, massa bergerak secara beriringan menggunakan puluhan kendaraan pikap dari sejumlah titik kumpul. Personel kepolisian diterjunkan untuk mengawal perjalanan sekaligus mengatur arus lalu lintas di sepanjang rute.

Setibanya di lokasi, para peternak menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Di antaranya harga pakan yang dinilai tinggi, harga telur yang rendah, keterbatasan pasokan jagung, hingga persoalan regulasi usaha peternakan rakyat.

Koordinator aksi KPUS Kendal, Suwardi, mengatakan pembagian ayam hidup kepada masyarakat merupakan bagian dari pesan yang ingin disampaikan peternak melalui aksi tersebut.

“Kami membagikan 15.000 ekor ayam hidup ini sebagai bentuk kekecewaan kami atas murahnya harga telur sementara harga pakan meroket. Jika tidak ada respons dari pemerintah pusat, kami berencana melakukan aksi yang lebih besar pada 10 September 2026 mendatang,” tegas Suwardi.

Di tengah penyampaian aspirasi, Kapolres Kendal juga terlihat menyapa massa aksi. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi antara aparat keamanan dan peserta aksi selama kegiatan berlangsung.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turut menemui massa dan mengapresiasi penyampaian aspirasi secara damai. Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan akan meneruskan persoalan yang disampaikan peternak kepada pemerintah pusat.

Pembagian ayam kemudian dilakukan kepada sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari anak yatim, pengemudi ojek online, pekerja, petugas kebersihan, kaum dhuafa hingga tukang becak.

Setelah seluruh rangkaian selesai, massa membubarkan diri secara tertib. Kapolres Kendal menilai kelancaran aksi tidak terlepas dari komunikasi antara kepolisian, pemerintah daerah, koordinator aksi, serta peserta.

“Alhamdulillah, berkat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, koordinator lapangan, serta kedewasaan warga masyarakat yang hadir, kegiatan yang melibatkan kurang lebih 5.000 orang ini dapat berjalan dengan sangat kondusif,” pungkas AKBP Ratna.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *