KENDAL, inspiratifonline.com — Persoalan sampah yang terus meningkat membuat Pemerintah Kabupaten Kendal mulai memperkuat gerakan kebersihan lingkungan dari tingkat masyarakat hingga instansi pemerintahan. Budaya kerja bakti yang sempat mulai ditinggalkan kini kembali didorong sebagai langkah membangun kesadaran bersama menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal mengajak sekolah, kantor pemerintahan, pelaku usaha, hingga masyarakat rutin melaksanakan aksi bersih lingkungan di wilayah masing-masing.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada Februari 2026 terkait penguatan budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan DLH Kendal, Luqni Kaharudin, mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan Nasional Indonesia Asri ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh daerah meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Karena itu kami mengimbau seluruh instansi, lingkungan masyarakat, sekolah, hingga pelaku usaha untuk rutin melaksanakan aksi bersih lingkungan,” ujarnya.

Menurut Luqni, kegiatan kerja bakti atau korvei minimal dilakukan satu kali dalam sepekan, terutama setiap Jumat. Namun, pihaknya berharap budaya bersih dapat menjadi kebiasaan rutin sebelum aktivitas kerja dimulai.

“Kami berharap aksi bersih ini tidak hanya seremonial. Kalau memungkinkan bisa dilaksanakan setiap hari kerja, minimal satu jam sebelum aktivitas kantor dimulai. Ini penting untuk membangun budaya disiplin dan peduli lingkungan,” katanya.

DLH Kendal juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar proses pengolahan lebih mudah dilakukan dan volume sampah ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.

“Pemilahan sampah wajib dilakukan. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, maggot, atau dimasukkan ke rumah kompos. Sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis bisa disalurkan ke bank sampah atau TPS 3R,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas umum seperti kantor, sekolah, pasar, rumah sakit, hingga tempat pelayanan publik diminta mulai menyediakan tempat sampah terpilah untuk mempermudah masyarakat menerapkan pola hidup bersih.

“Ke depan kami ingin seluruh fasilitas umum memiliki tempat sampah pilah minimal dua jenis, organik dan anorganik. Ini menjadi langkah sederhana tetapi sangat penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” ungkap Luqni.

DLH Kendal berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan simbolis, tetapi mampu menjadi budaya kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Kendal semakin sadar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman hanya bisa terwujud kalau dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *