SEMARANG, inspiratifonline.com — Penguatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan mahasiswa terus menjadi perhatian di lingkungan perguruan tinggi.
Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, mahasiswa dinilai perlu memiliki kemampuan memimpin, bekerja sama, serta menyusun manajemen organisasi yang baik agar mampu berkontribusi lebih luas di masyarakat.
Hal itu mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (BEM FAI UNWAHAS) menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Tahun 2026 di Balai Latihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Semarang, pada 16–17 Mei 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Self Leadership dalam Mewujudkan Kepemimpinan Kolaboratif dan Progresif” tersebut diikuti sekitar 280 mahasiswa Fakultas Agama Islam UNWAHAS.
Ketua BEM FAI UNWAHAS, Labib Muhtar, mengatakan LKMM-TD menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi mahasiswa agar mampu memahami tata kelola organisasi sekaligus membangun karakter kepemimpinan.
“Mahasiswa harus memiliki kesiapan dalam organisasi, mampu bekerja sama, dan mempunyai pola pikir progresif agar nantinya bisa memberi dampak positif di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Dekan I FAI UNWAHAS, Dr. Gufron Hamzah, M.Si dan menghadirkan Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhaimin, sebagai keynote speaker.
Dalam penyampaiannya, Muhaimin menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mahasiswa jangan hanya kuat secara akademik, tetapi juga harus mampu menghadapi berbagai situasi dan menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Ketua panitia LKMM-TD 2026, M. Ahsin Ihda Umam, menjelaskan rangkaian kegiatan dikemas melalui materi kepemimpinan, simulasi organisasi, diskusi interaktif, hingga penguatan kerja sama tim.
“Kami ingin peserta belajar secara langsung bagaimana membangun komunikasi organisasi, menyelesaikan persoalan, dan memahami pentingnya kepemimpinan yang sehat,” ujarnya.
Sejumlah pemateri turut hadir memberikan pembekalan kepada peserta. Betari Imasshinta, S.Ag membawakan materi analisis diri berbasis SWOT untuk membantu mahasiswa mengenali potensi serta tantangan pribadi.
Sementara itu, Imam Khoirul Ulummudin, M.Pd.I selaku akademisi dan Ketua Aswaja Centre membahas konsep kepemimpinan dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kepemimpinan harus dibangun dengan nilai, keteladanan, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Materi lain disampaikan An’im Falahudin, M.Pd mengenai internalisasi nilai dan role model organisasi mahasiswa.
Kemudian Wakil Dekan II FAI UNWAHAS, Dr. M. Ahsanul Husna, M.Pd memberikan materi tentang pentingnya efektivitas kerja tim dalam organisasi.
“Organisasi tidak akan berjalan baik tanpa komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang kuat,” ujarnya.
Adapun sesi penutup diisi oleh Qiqiya Tantowi Aziz, S.H dengan materi problem solving yang mengajak mahasiswa memahami cara menghadapi dan menyelesaikan persoalan organisasi secara efektif.
Pada hari kedua, peserta mengikuti outbound dan berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk membangun solidaritas, kekompakan, serta kemampuan komunikasi antarpeserta.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan melalui menyanyikan Mars Mahasiswa dan Buruh Tani bersama seluruh peserta, panitia, dan pengurus BEM FAI UNWAHAS.
Panitia berharap kegiatan LKMM-TD 2026 dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kritis, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
“Harapan kami, mahasiswa FAI UNWAHAS mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kepemimpinan kuat, mampu berkolaborasi, dan membawa manfaat bagi masyarakat serta bangsa,” pungkasnya.