KENDAL, inspiratifonline.com – Aktivitas remaja pada dini hari kembali menjadi perhatian kepolisian menyusul patroli skala besar yang digelar di wilayah Weleri, Kabupaten Kendal. Polisi menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan digunakan untuk balap liar maupun aktivitas kelompok remaja yang berpotensi mengganggu keamanan, Minggu (16/8/2026).

Dari patroli tersebut, sebanyak 62 remaja dan 48 sepeda motor diamankan untuk menjalani pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran utama yakni Jalan Lingkar Weleri.

Patroli dimulai sekitar pukul 01.00 WIB setelah personel mengikuti apel yang berlangsung di halaman parkir RM Sari Rasa, Weleri. Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy memimpin langsung pengarahan kepada personel sebelum mereka bergerak menuju titik-titik patroli.

Kapolres meminta anggotanya tidak mengedepankan tindakan represif saat menghadapi para remaja yang terjaring. Pendekatan persuasif dinilai penting agar penertiban tetap menjaga keselamatan semua pihak.

“Penertiban harus dilakukan secara humanis, profesional dan sesuai prosedur. Keselamatan personel maupun para remaja harus menjadi perhatian, dan tidak boleh ada tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujar Ratna.

Puluhan remaja yang terjaring kemudian menjalani pemeriksaan identitas. Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan sebagian dari mereka dengan kelompok yang diduga terlibat aksi kreak maupun gengster melalui pemeriksaan telepon seluler dan aktivitas media sosial.

Satbinmas turut menelusuri identitas serta asal sekolah para remaja. Selanjutnya, kepolisian berkoordinasi dengan orang tua, pihak sekolah dan pemerintah desa untuk memastikan mereka dapat kembali ke keluarga dengan pendampingan.

Sementara kendaraan yang diamankan diperiksa oleh Satlantas. Pelanggaran lalu lintas yang ditemukan ditangani sesuai aturan, termasuk mekanisme pengambilan kendaraan oleh pemilik setelah memenuhi ketentuan.

Patroli tersebut sekaligus menjadi upaya kepolisian mencegah munculnya aksi balap liar dan gangguan keamanan yang melibatkan kelompok remaja, terutama pada jam-jam rawan.

“Harapan kami, anak-anak ini bisa menjadi perhatian bersama. Mari orang tua, sekolah, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat ikut menjaga mereka agar tidak terjerumus pada kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Ratna.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *