KENDAL, inspiratifonline.com – Persoalan keamanan di Kabupaten Kendal tidak hanya membutuhkan langkah penegakan hukum, tetapi juga dukungan dari organisasi masyarakat dan tokoh agama. Kolaborasi tersebut dinilai penting terutama dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja, tawuran, hingga pengaruh negatif media sosial.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy bersama jajaran Pejabat Utama Polres Kendal menyambangi Kantor PCNU Kabupaten Kendal, Rabu (12/8/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Kapolres membangun komunikasi dengan sejumlah elemen masyarakat setelah mulai menjalankan tugas di Kendal.

Ketua PCNU Kendal Dr. KH. M. Mustamsikin, M.Si., menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menilai hubungan antara organisasi keagamaan, pemerintah dan aparat keamanan perlu terus dijaga untuk mendukung kondusivitas daerah.

“Kami selama ini terus membangun sinergi dengan aparatur pemerintahan dan stakeholder di Kabupaten Kendal. Koordinasi seperti ini akan terus kami lakukan agar bersama-sama bisa menjaga Kendal,” ujar Mustamsikin.

Dalam pertemuan tersebut, PCNU juga menyampaikan sejumlah agenda organisasi, salah satunya pembangunan RS NU yang mendapat dukungan dana hibah sebesar Rp20 miliar. Mustamsikin berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan koordinasi lintas pihak.

“Kami berharap Ibu Kapolres bisa ikut bersama-sama mengawal pembangunan RS NU. Ke depan, kami juga akan lebih sering berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Kendal,” katanya.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia mengaku membutuhkan komunikasi terbuka dengan berbagai unsur untuk mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Sebagai orang baru, saya meminta dukungan dalam menjalankan tugas. Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dan kami juga masih terus melakukan perbaikan,” kata Ratna.

Menurut Ratna, persoalan tawuran dan kenakalan remaja masih menjadi perhatian. Selain meningkatkan patroli, kepolisian juga akan memperkuat pemantauan aktivitas di ruang digital yang dinilai memiliki pengaruh terhadap munculnya sejumlah persoalan di kalangan anak muda.

“Kami akan tetap melanjutkan program yang sudah berjalan, termasuk penanganan kreak dan tawuran. Patroli juga kami tingkatkan, termasuk patroli siber karena banyak aktivitas pelaku yang berawal dari media sosial,” ujarnya.

Ia mengajak PCNU bersama organisasi kepemudaan di bawahnya ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak dan remaja di Kabupaten Kendal.

“Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita. Mereka adalah masa depan, sehingga keamanan dan kondusivitas Kendal juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Ratna.

Ketua Ansor Kendal Ali Nurudin menyatakan kesiapan organisasinya untuk melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terbangun dengan Polres Kendal.

“Ansor sebelumnya sudah sering berkolaborasi dengan Polres Kendal dalam berbagai kegiatan. Kami siap memperkuat sinergi dan komunikasi agar kerja sama ke depan semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Banser Kendal Primadiyanto menegaskan bahwa Banser siap menjadi mitra kepolisian sesuai dengan kapasitas dan ruang tugasnya.

“Banser sebagai mitra Polri siap bersinergi. Ketika negara membutuhkan, kami siap bersama-sama menjaga keamanan dan membangun komunikasi dengan Polres Kendal,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi antara PCNU dan Polres Kendal. Hubungan yang terbangun diharapkan dapat menjadi modal dalam merespons persoalan sosial sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

“Semua yang kami lakukan semata-mata untuk kebaikan Kabupaten Kendal. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat akan terus kami buka,” pungkas Kapolres Kendal.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *