Screenshot

KENDAL, inspiratifonline.com – Menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat untuk bergotong royong dan tidak membuang sampah sembarangan dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat mengikuti program Bersatu Siaga di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Jumat (7/8/2026). Bersama Sekretaris Daerah Agus Dwi Lestari, Kepala Dispermasdes Kendal, dan warga, Bupati ikut melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan serta menanam bibit pohon.

Bupati mengingatkan masih ada kebiasaan sebagian masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah maupun barang-barang bekas. Menurutnya, perilaku tersebut harus diakhiri karena dapat merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Saya berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Lingkungan yang bersih akan tercipta jika semua memiliki kesadaran dan mau bergotong royong menjaganya,” ujar Dyah.

Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pemerintah atau petugas pengangkut sampah. Karena itu, budaya peduli lingkungan perlu terus ditanamkan di tengah masyarakat.

Selain aksi bersih-bersih, pemerintah bersama masyarakat juga melakukan penghijauan dengan menanam sejumlah bibit pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperbaiki kualitas kawasan desa.

Bupati juga mengingatkan bahwa pembuangan sampah sembarangan memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Ada aturan yang mengatur sanksi bagi pelanggar, bahkan ancaman pidananya bisa mencapai enam bulan atau denda hingga Rp50 juta. Karena itu, mari kita jaga lingkungan bersama agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *