KENDAL, inspiratifonline.com – Membangun kepercayaan diri anak tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Anak juga perlu dibekali cara berpikir yang mampu membuat mereka percaya bahwa setiap kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, kerja keras, dan keberanian mencoba. Gagasan inilah yang diangkat Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 204 saat menyambangi SDN 03 Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Program edukasi tersebut menyasar siswa kelas V dan VI yang dinilai sedang memasuki fase penting dalam menentukan jenjang pendidikan berikutnya. Sebelum menyusun materi, mahasiswa KKN lebih dahulu melakukan pengamatan di lingkungan sekolah. Dari hasil tersebut, mereka menemukan masih banyak siswa yang belum memiliki gambaran jelas mengenai cita-cita maupun langkah yang harus dipersiapkan untuk mencapainya.

Agar materi mudah dipahami, mahasiswa tidak memilih metode ceramah semata. Berbagai permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga sesi refleksi disisipkan untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka saling berlomba menjawab tantangan dalam permainan yang mengajak mereka berpikir kreatif dan berani mengemukakan pendapat.

Koordinator Desa KKN MIT ke-22 Posko 204, Muhammad Syimal Nur Wafa, mengatakan tujuan utama program tersebut ialah menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang apabila memiliki kemauan belajar.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kemampuan sejak lahir, tetapi oleh semangat belajar, ketekunan, dan keberanian untuk terus mencoba. Harapannya mereka semakin percaya diri dalam menentukan cita-cita dan masa depannya,” ujarnya.

Mahasiswa juga mengajak para siswa mengikuti sesi afirmasi positif sebagai latihan membangun rasa percaya diri. Setelah itu, mereka diminta menuliskan impian masing-masing pada media “Pohon Harapan”. Beragam cita-cita pun bermunculan, mulai dari guru, dokter, polisi, tentara, hingga pengusaha.

Menurut mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri sekaligus mulai menyusun mimpi yang ingin diwujudkan. Perubahan sikap terlihat ketika siswa yang awalnya malu berbicara perlahan mulai berani menyampaikan pendapat dan harapannya di hadapan teman-teman.

“Semoga pengalaman sederhana ini menjadi awal bagi anak-anak untuk terus belajar, tidak takut gagal, dan yakin bahwa setiap impian dapat diraih melalui usaha yang sungguh-sungguh. Itulah semangat growth mindset yang ingin kami tanamkan,” pungkas Muhammad Syimal Nur Wafa.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *