KENDAL, inspiratifonline.com – Program pembinaan di lembaga pemasyarakatan semakin diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Salah satu hasilnya terlihat dari panen jagung sebanyak delapan ton di lahan seluas satu hektare yang dikelola melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (1/8/2026).
Hasil panen tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga mendorong produktivitas melalui sektor pertanian. Selain menjadi sarana belajar, pengelolaan lahan produktif juga mendukung program ketahanan pangan yang terus dikembangkan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menilai keberhasilan panen menjadi indikator bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Panen ini bukan sekadar menghasilkan delapan ton jagung, tetapi juga mencerminkan proses pembinaan yang membentuk disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Keterampilan seperti ini menjadi bekal penting agar warga binaan lebih siap membangun kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan lahan produktif terus diperluas sehingga mampu memberikan dampak lebih besar, baik bagi proses pembinaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Niryanto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petugas dan warga binaan yang mengelola lahan sejak tahap penanaman hingga masa panen.
“Setiap proses yang mereka jalani di lahan ini mengajarkan nilai kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha atau bekerja setelah bebas,” katanya.
Menurut Ary, pembinaan kemandirian akan terus diperkuat melalui berbagai program produktif agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga binaan maupun masyarakat.
“Harapan kami, hasil panen ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari semakin berkembangnya program pembinaan yang mampu mencetak warga binaan lebih terampil, produktif, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” pungkasnya.