KENDAL, inspiratifonline.com – Panggung Kendal Open Fair 2026 tidak hanya menjadi tempat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas dan melestarikan budaya daerah. Salah satu penampilan yang menyedot perhatian pengunjung datang dari Tim Tari SMP Negeri 2 Brangsong yang tampil dalam Pekan Kebudayaan Daerah di Kompleks Stadion Kebondalem, Rabu (22/7/2026).

Lima penari membawakan tarian bernuansa tradisional dengan iringan musik yang menggambarkan keceriaan masa kanak-kanak. Kekompakan gerakan, ekspresi para penari, serta permainan properti payung berwarna-warni membuat pertunjukan berlangsung atraktif dan mendapat sambutan hangat dari penonton.

Kepala SMP Negeri 2 Brangsong mengatakan keikutsertaan siswanya bukan sekadar menampilkan kemampuan seni, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

“Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk berkembang, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga seni. Melalui kegiatan seperti ini mereka belajar disiplin, percaya diri, bekerja sama, dan menghargai budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Tarian yang dibawakan merupakan karya koreografer Untung Mujiono dengan mengangkat kisah kebersamaan anak-anak melalui permainan tradisional. Nilai persahabatan, kekompakan, dan kegembiraan dikemas dalam setiap gerakan sehingga mampu mengajak penonton bernostalgia dengan masa kecil.

Pelatih tari SMP Negeri 2 Brangsong, Arum Setyowati, mengaku proses latihan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Namun, semangat para siswa menjadi faktor utama sehingga penampilan di atas panggung berjalan sesuai harapan.

“Anak-anak memanfaatkan setiap waktu latihan dengan maksimal. Mereka belajar menghafal gerakan, menjaga kekompakan, dan membangun ekspresi sehingga mampu tampil percaya diri di hadapan masyarakat,” katanya.

Pembina Ekstrakurikuler Tari, Hanin Rofika Pramestie, berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sekaligus menjaga kelestarian budaya.

“Prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari panggung seni. Kami berharap pengalaman ini membuat mereka semakin mencintai budaya dan terus berani berkarya membawa nama baik sekolah,” tuturnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *