Screenshot

KENDAL, inspiratifonline.com – Minat generasi muda Kabupaten Kendal untuk terjun ke dunia usaha terus menunjukkan peningkatan. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah pendaftar program Sekolah Bisnis yang digagas Pemerintah Kabupaten Kendal. Dari 186 pendaftar, hanya 90 peserta yang dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi dan kurasi secara daring.

Program yang menyasar pemuda berusia 16 hingga 30 tahun itu dibuka sebagai upaya mendorong lahirnya wirausahawan muda sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kabupaten Kendal.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Ircham Chalid, mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan materi tentang bisnis, tetapi juga membangun mental dan jejaring bagi para peserta.

“Selain itu juga memberikan dukungan bagi wirausahawan muda agar memiliki rasa percaya diri dalam menjalankan usahanya dan mampu meningkatkan kapasitas dan pengembangan kewirausahaan melalui jejaring antar pebisnis yang ada di Kabupaten Kendal,” ujar Ircham Chalid saat membuka kegiatan Sekolah Bisnis.

Program bertajuk “Semanis Kamu” atau Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda itu, menurut Ircham, juga mendapat pengakuan di tingkat yang lebih tinggi. Bahkan, program tersebut berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Tengah dan masuk lima besar pada ajang nasional Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026.

“Sehingga kami berharap output dari kegiatan ini adik-adik yang mengikuti betul-betul ingin maju dan pengen bisa untuk menjadi wirausahawan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang kerja baru di tengah pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Kendal. Menurutnya, pemerintah ingin mendorong lebih banyak anak muda menciptakan usaha sendiri, bukan hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia.

“Setelah ini akan ada inkubasi, kemudian juga pendampingan melalui Disporapar, karena harapannya ini tidak berhenti hanya menerima materi saja,” ujar Dyah Kartika Permanasari.

Ia menegaskan, pendampingan lanjutan akan menjadi bagian dari program agar peserta memiliki kesempatan mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah menyelesaikan pelatihan.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *