SEMARANG, inspiratifonline.com – Peran lembaga legislatif mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan organisasi yang terus berkembang.
Untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas wawasan dalam tata kelola organisasi kemahasiswaan, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) menerima kunjungan studi banding dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Tarumanagara (UNTAR), Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, di antaranya Kepala Sekretariat Rektorat UNWAHAS Dr. Anna Yulia Hartati, S.IP., M.A., yang mewakili Rektor, Kepala Bagian Kemahasiswaan Kamilin, S.Pd.I., M.Pd., serta Kepala Subbagian Kemahasiswaan Bidang Minat, Bakat, dan Organisasi Mahasiswa Faris Zaini Mubarok, S.Sos.I., M.M.
Acara diawali dengan penampilan Tari Denok Semarangan dari UKM Tari UNWAHAS, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Wahid Hasyim, dan Mars Universitas Tarumanagara. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan sambutan dari perwakilan kedua lembaga mahasiswa.
Ketua DPM Universitas Wahid Hasyim, Achmad Khalis Rabbani, mengatakan bahwa studi banding tidak seharusnya dipandang sebagai agenda seremonial semata, melainkan ruang untuk membangun keterbukaan dan saling belajar antarorganisasi.
“Di sinilah kita belajar bahwa setiap kelebihan tidak untuk dibanggakan tetapi untuk dibagikan, dan setiap kekurangan tidak untuk disembunyikan melainkan diperbaiki bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPM Universitas Tarumanagara, Efryando Stefen Andreas Sinaga, menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua lembaga untuk mempererat hubungan sekaligus memperkaya perspektif dalam menjalankan amanah organisasi mahasiswa.
“Di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab organisasi, kami hadir bukan sekadar berkunjung, tetapi untuk mendekatkan gagasan, pengalaman, dan niat baik dalam membangun lembaga yang lebih baik,” katanya.
Pada sesi diskusi, kedua lembaga memaparkan profil organisasi, sistem kerja, serta program unggulan masing-masing. Pertukaran informasi kemudian dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan bidang dan divisi.
Berbagai topik dibahas, mulai dari mekanisme legislasi mahasiswa, fungsi pengawasan, pola penyerapan aspirasi mahasiswa, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama dan silaturahmi antarlembaga, sesi foto bersama, serta campus tour untuk memperkenalkan lingkungan dan fasilitas Universitas Wahid Hasyim kepada peserta dari Universitas Tarumanagara.
Ketua DPM Universitas Tarumanagara, Efryando Stefen Andreas Sinaga, berharap hasil dari studi banding tersebut tidak berhenti pada pertemuan satu hari, tetapi dapat menjadi bekal bagi kedua lembaga dalam mengembangkan sistem organisasi yang lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa di masing-masing kampus.