KENDAL — Perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak karena dapat memicu tekanan mental hingga menurunkan rasa percaya diri korban.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya bullying mulai diberikan sejak usia sekolah dasar agar siswa memahami pentingnya menghargai sesama teman.

Upaya tersebut dilakukan Polsek Weleri melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa SD Negeri 1 Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Senin (25/5/2026).

Ratusan pelajar mengikuti sosialisasi yang membahas dampak bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Kegiatan itu menghadirkan Kanit Binmas Polsek Weleri Aiptu Sarono Teguh, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Penyangkringan Aiptu Ahmad Nasirin. Hadir pula Kepala SD N 1 Penyangkringan Parjilah, S.Pd., beserta para guru.

Dalam sambutannya, Parjilah menilai edukasi anti-perundungan sangat penting agar siswa memahami sejak dini pentingnya menjaga sikap dan menghormati teman di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini kami pandang sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya perilaku saling menghargai,” ujarnya.

Menurutnya, penyuluhan tersebut menjadi langkah awal membangun karakter positif sekaligus mencegah munculnya tindakan kekerasan di kalangan pelajar.

“Ini adalah langkah pencegahan dini terhadap perilaku kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah, sekaligus untuk menumbuhkan karakter positif pada diri anak-anak,” katanya.

Dalam materi yang disampaikan, polisi menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari ejekan verbal, kekerasan fisik, hingga perundungan sosial maupun digital. Para siswa juga diberi pemahaman mengenai dampak psikologis yang bisa dialami korban bullying.

Aiptu Sarono Teguh menjelaskan tindakan bullying dapat membuat korban merasa takut, minder, hingga kehilangan rasa nyaman di lingkungan sekolah.

Selain itu, para siswa juga diajak menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap teman agar tercipta suasana belajar yang lebih sehat dan nyaman.

Kapolsek Weleri AKP Yulianto, S.H., M.H., mengatakan kegiatan “Polsek Goes to School” merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu,” ujar AKP Yulianto.

Ia menegaskan bahwa tindakan perundungan tidak boleh dianggap candaan biasa karena bisa berdampak serius terhadap kondisi mental korban.

“Perundungan tidak boleh ditoleransi karena memiliki dampak psikologis yang berat bagi korbannya,” tegasnya.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi hingga sesi tanya jawab selesai digelar.

“Kami berharap sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua bisa terus diperkuat demi menjaga masa depan generasi penerus bangsa,” pungkas AKP Yulianto.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *