KENDAL, inspiratifonline.com – Upaya menjaga kebudayaan lokal terus mendapat perhatian di Kabupaten Kendal. Di tengah derasnya arus modernisasi, berbagai lembaga yang konsisten merawat tradisi dan nilai-nilai budaya dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Atas kontribusi tersebut, Pondok Pesantren Kebudayaan Ndalem Wongsorogo, Brangsong, menerima Piagam Penghargaan Penggerak Budaya dalam ajang Bupati Kendal Award 2026.

Penghargaan itu diserahkan pada resepsi Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Kebudayaan Ndalem Wongsorogo, Gus Thohir Ardana.

Usai menerima penghargaan, Kamis (30/7/2026), Gus Thohir mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menghidupkan budaya di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas penghargaan ini. Ini merupakan apresiasi yang luar biasa sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dengan mengenalkan sejarah dan jati diri kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman.

“Dengan mengenal budaya sendiri, kita belajar menghargai sejarah, memperkuat persatuan, dan menjaga identitas bangsa. Sejarah bukanlah masa lalu semata, tetapi peta kehidupan yang menjadi pelajaran bagi generasi sekarang,” katanya.

Gus Thohir menjelaskan, Pondok Pesantren Kebudayaan Ndalem Wongsorogo mengembangkan konsep pendidikan yang memadukan nilai keislaman, pelestarian budaya, dan kemandirian ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga diajak memahami akar budaya dan memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Qulhu Coffee, sebagai implementasi konsep Santri Jigang, yang menggabungkan tradisi mengaji dengan pembelajaran kewirausahaan.

“Kami ingin pelestarian budaya ini benar-benar menjadi gerakan bersama. Santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesadaran budaya, akhlak yang baik, dan kemampuan ekonomi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *