KENDAL, inspiratifonline.com — Pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Kendal mulai memunculkan perhatian pemerintah pusat terhadap kesiapan hunian dan tata kawasan permukiman.

Lonjakan jumlah pekerja yang diperkirakan terus meningkat dinilai berpotensi memicu munculnya kawasan kumuh apabila tidak diimbangi penyediaan tempat tinggal yang layak dan terencana.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kendal, Senin (18/5/2026).

Dalam kunjungannya, Fahri menyoroti pertumbuhan kawasan industri di Kendal yang dinilai semakin cepat dan menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Jawa Tengah.

Menurutnya, perkembangan industri harus diikuti dengan penataan kawasan hunian agar tidak memunculkan persoalan sosial maupun lingkungan di kemudian hari. Pemerintah pusat pun mulai mendorong konsep hunian vertikal sebagai solusi kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja industri.

“Hunian vertikal terutama untuk kawasan industri mulai dijalankan. Ini menjadi salah satu inisiatif awal yang sebelumnya sudah dibangun pemerintah dan ke depan akan terus dilanjutkan agar masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang murah dan sehat,” ujarnya.

Fahri mengatakan perubahan pola hunian menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya urbanisasi akibat pertumbuhan industri nasional.

“Masa depan Indonesia kemungkinan besar masyarakat akan tinggal di rumah-rumah vertikal karena pertumbuhan kawasan industri dan jumlah penduduk terus meningkat,” katanya.

Ia menilai keberadaan kawasan industri seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) akan membawa dampak besar terhadap kebutuhan hunian pekerja, sehingga pemerintah daerah dan pusat harus menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Selain persoalan hunian, pemerintah juga menyoroti potensi munculnya kawasan permukiman tidak layak apabila pertumbuhan ekonomi tidak diiringi perencanaan tata ruang yang matang.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyatakan Pemerintah Kabupaten Kendal siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait penanganan kawasan kumuh dan penyediaan permukiman bagi pekerja industri.

“Untuk penanganan permukiman kumuh tentu akan kami tindak lanjuti sesuai arahan pemerintah pusat, termasuk penyediaan permukiman bagi para pekerja industri di Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan investasi dan industri di Kendal harus diimbangi dengan pembangunan kawasan permukiman yang sehat, layak, dan terjangkau agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

“Kami ingin perkembangan industri di Kendal juga diikuti dengan penataan kawasan permukiman yang baik sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *