KENDAL, inspiratifonline.com — Tradisi Syawalan di Kaliwungu kembali digelar dengan penuh khidmat sebagai bagian dari warisan budaya dan religi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Syawalan yang dipusatkan di Makam Kiai Guru Asy’ari, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam.
Rangkaian acara dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, mulai dari masyarakat umum, tokoh agama, hingga jajaran pemerintah daerah.
Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi identitas kuat bagi Kaliwungu yang dikenal sebagai kota santri.
Pengurus Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu sekaligus Ketua MUI Kendal, KH. Asro’i Tohir, menegaskan bahwa Syawalan memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan tahunan.
“Jangan sampai generasi nantinya kehilangan jejak histori, karena adanya Syawalan ini yang paling pokok adalah mengenal para tokoh terdahulu yang sangat luar biasa dalam segala bidang, terutama keilmuan pengembangan agama Islam sejak 360 tahun lalu. Sehingga perlu adanya perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui dukungan kajian-kajian histori, agar tradisi Syawalan bisa tercatat dan terus dilestarikan,” tutur KH. Asroi Tohir.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai keteladanan para ulama harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari menekankan bahwa Syawalan bukan hanya agenda budaya, melainkan sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dan sosial masyarakat.
“Tradisi Syawalan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendoakan para ulama terdahulu terutama Almarhum Kiai Guru Asy’ari yang telah berjuang untuk syiar agama. Beliau adalah pendiri Masjid Agung Kaliwungu, hingga saat ini terus menjadi simbol perjuangan dakwah,” tutur Bupati Kendal saat berkunjung di Makam Mbah Asy’ari, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, semangat dakwah para ulama harus terus dijaga agar nilai-nilai keislaman tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara ulama, umaro, dan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati juga memohon doa dari masyarakat agar program pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas.
“Mohon doa agar seluruh program Pemerintah Kabupaten Kendal dapat berjalan dengan lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.***