KENDAL, inspiratifonline.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kendal bersama sejumlah warga menggelar aksi refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan satu tahun pemerintahan daerah di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih perlu mendapat perhatian pemerintah.

Seruan evaluasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026). Sekitar 50 peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Kantor Pos Kendal sebelum kemudian berjalan kaki menuju Pendopo Bahurekso sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kendal.

Setibanya di lokasi, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian aspirasi, tetapi juga dilanjutkan dengan forum dialog antara mahasiswa, masyarakat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam diskusi tersebut hadir perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Kendal.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai menjadi perhatian publik, mulai dari isu galian C ilegal, dugaan persoalan tata kelola lahan di tingkat desa, hingga penggunaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai perlu lebih transparan.

Koordinator BEM Kendal, Chanif Eka, mengatakan bahwa kegiatan refleksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah.

“Oke, izin bicara dari kami mahasiswa dan juga masyarakat bersinergi untuk mengevaluasi satu tahun kepemimpinan pemerintah daerah Kendal dengan membawa tuntutan pertama yaitu dari desa ada yang membawakan tolak soal penolakan galian C ilegal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa juga menyoroti persoalan lain yang dinilai masih memerlukan perhatian pemerintah, termasuk terkait dugaan tukar guling lahan serta pemanfaatan PAD daerah.

“Terus kedua soal tukar guling yang dilakukan oleh oknum lurah setempat daerah. Terus ketiga soal PAD yang dimana itu dialokasikan sebagai apa? Karena pada dasarnya PAD kita itu tinggi, tapi untuk menangani banjir itu masih belum terselesaikan sampai detik ini,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, menyampaikan bahwa seluruh masukan dari mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan daerah sebagai bahan evaluasi.

“Ya, jelas kami laporkan Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati hasil dari selat kurami ini. Kami sampaikan tulisan dan tertulis,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah berencana menggelar pertemuan lanjutan bersama masyarakat untuk membahas persoalan galian C yang menjadi salah satu tuntutan dalam aksi tersebut.

“Yang kedua, kami tadi di dalam waktu yang dekat kami akan melaksanakan apa yang bisa kami laksanakan untuk ekusi kesepakbol. Tadi sudah kita dengar bersama, yaitu hari Jumat di Desa Buku, di Aula Kecamatan, kita adakan pertemuan dengan masyarakat terkait galian C yang ada di Buku,” jelasnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut akan melibatkan berbagai pihak agar persoalan yang ada dapat dibahas secara terbuka dan menemukan solusi bersama.

“Tentunya semua stakeholder kita akan hadirkan di sana dan syukur-syukur Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati nanti juga bisa hadir,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah mahasiswa yang tetap menjaga semangat kritis dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

“Ya Alhamdulillah, jadi untuk teman-teman mahasiswa kami berikan apresiasi, artinya jangan sampai menghilangkan jiwa kritis, jiwa kritis membangun, artinya memberikan sumbang kepada pemerintah, luar biasa kami berikan apresiasi,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *