SEMARANG, inspiratifonline.com — Gelombang gerakan literasi alternatif di Kota Semarang kembali menunjukkan geliatnya. Di tengah dominasi budaya digital, komunitas anak muda tetap menghadirkan ruang temu yang memadukan membaca, refleksi, dan ekspresi kreatif.
Hal itu tampak dalam gelaran Literacy Night Party #3 yang berlangsung 14–15 Februari 2026 di Watu Simbar.
Kegiatan yang diinisiasi Semarang Book Party ini menjadi momen spesial karena sekaligus menandai agenda ke-100 sejak komunitas berdiri pada awal 2024.
Puluhan peserta dari kalangan generasi Z dan Alpha mengikuti rangkaian acara yang dikemas santai namun sarat makna, mulai dari sesi membaca bersama, diskusi interaktif, permainan literasi, panggung ekspresi, hingga refleksi diri.
Selain merayakan capaian seratus kegiatan, acara ini juga menjadi titik peralihan kepemimpinan dari Muhamad Syafiq Yunensa kepada Hizkia Arya P.
Momentum tersebut menegaskan keberlanjutan gerakan literasi yang dibangun secara kolektif.
Pendiri komunitas, Muhamad Syafiq Yunensa, menyampaikan bahwa literasi harus dimaknai lebih luas dari sekadar aktivitas membaca.
“Literasi adalah cara kita memahami hidup, merawat akal sehat, dan membangun keberanian untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ruang literasi alternatif harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Anak muda membutuhkan ruang yang inklusif, tempat mereka bisa belajar tanpa merasa dihakimi,” katanya.
Sementara itu, Hizkia Arya P yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan menyatakan kesiapannya membawa semangat baru.
“Kami ingin memperluas dampak gerakan ini agar semakin banyak anak muda yang merasakan bahwa literasi itu menyenangkan dan membebaskan,” ungkapnya.***