KENDAL, inspiratifonline.com — Pantai Sendang Asih di Kecamatan Rowosari dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Kendal. Selain panorama alamnya, pantai ini dikenal relatif aman karena tidak terdampak abrasi dan memiliki ombak yang tenang.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan karakter alam Pantai Sendang Asih menjadi keunggulan tersendiri dibanding pantai lain di wilayah Kendal. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dimaksimalkan melalui pengelolaan yang lebih serius.
“Pantai Sendang Asih ini aman, tidak terkena abrasi dan ombaknya juga landai. Ini berbeda dengan beberapa pantai lain yang sering mengalami pengikisan,” ujar Dyah Kartika Permanasari saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa potensi alam yang dimiliki harus diimbangi dengan tata kelola yang baik agar mampu menarik minat wisatawan secara berkelanjutan.
“Pengelolaan harus profesional dan melibatkan semua pihak. Fasilitas juga perlu ditambah supaya wisatawan betah dan tertarik datang kembali,” katanya.
Bupati juga menyinggung dukungan pemerintah daerah dalam peningkatan akses menuju kawasan wisata tersebut.
“Akses jalan menuju pantai sudah kita bantu perbaiki. Harapannya ini bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata,” imbuhnya.
Di sisi lain, pengelola Pantai Sendang Asih, Heni, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melengkapi fasilitas pendukung bagi pengunjung.
“Kami menyediakan wisma dengan konsep rumah adat Kendal yang bisa digunakan untuk pertemuan atau rapat. Selain itu ada bangku-bangku pantai di bawah cemara laut,” jelas Heni.
Menurutnya, fasilitas umum seperti musala dan kamar mandi juga telah tersedia dengan biaya masuk yang terjangkau.
“Tiket masuk Rp 5.000 dan parkir gratis,” ungkapnya.
Heni menambahkan, jumlah wisatawan ke Pantai Sendang Asih perlahan mengalami peningkatan, terutama pada akhir pekan.
“Kalau hari Minggu, pengunjung bisa sampai sekitar 1.000 orang. Dengan akses jalan yang lebih baik, kami berharap jumlah kunjungan bisa terus naik,” pungkasnya.
