KENDAL, inspiratifonline.com — Kerusakan tanggul Sungai Bodri di kawasan Kalibodri kembali mengundang perhatian. Aliran sungai yang deras menggerus bagian tanggul, memicu kekhawatiran warga akan ancaman banjir lanjutan di wilayah sekitarnya.
Kondisi tersebut terekam dalam video warga dan menyebar luas di media sosial. Kejadian ini mempertegas persoalan lama terkait tanggul Sungai Bodri yang hingga kini dinilai belum mendapat penanganan permanen, meski sudah berulang kali disampaikan melalui berbagai jalur aspirasi.
Pemerintah Kabupaten Kendal merespons cepat situasi tersebut. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merumuskan langkah penanganan, baik darurat maupun jangka panjang.
“Beberapa waktu lalu kami sudah mengundang pihak provinsi. Senin mendatang akan ada rapat lanjutan untuk membahas opsi penanganan, termasuk solusi sementara yang bisa segera dilakukan,” kata Dyah Kartika Permanasari, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, koordinasi lintas perangkat daerah juga terus berjalan. OPD terkait seperti BPBD, DPUPR, hingga pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif memantau kondisi lapangan.
“Kami minta camat, kepala desa, dan lurah segera melaporkan jika ada kondisi darurat. Informasi itu akan menjadi dasar kami untuk turun langsung dan mengambil langkah lanjutan,” ujarnya.
Menurut Dyah Kartika, pembahasan dengan pemerintah provinsi sebelumnya telah dilakukan, namun tindak lanjut teknis masih menunggu keputusan dari dinas terkait di tingkat provinsi.
“Rapat sebelumnya belum menghasilkan nota dinas. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan lanjutan. Untuk rencana pembangunan permanen 2026, kami menunggu kajian teknis dari PUPR agar informasinya tidak keliru,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sudaryanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tanggul Sungai Bodri kepada Pusat Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah.
“Untuk penanganan awal, langkah darurat akan dilakukan dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” katanya.
Dari tingkat desa Kalibodri, Zarkasi, mengungkapkan bahwa laporan terkait kerusakan tanggul sudah disampaikan ke berbagai pihak, baik kabupaten maupun provinsi.
“Kami sudah melayangkan permohonan penanganan ke Pusdataru Jawa Tengah, DPUPR Kendal, dan BPBD Kendal. Masalah ini juga telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Penjabat Sekda Kendal,” ujarnya.