Kendal, Inspiratifonline.com – Bencana kerap datang sebagai kabar duka dari kejauhan. Namun di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, (20/12/2025) jarak itu dipendekkan lewat seni, doa, dan kebersamaan. Sejumlah komunitas lokal memilih merespons bencana alam di Sumatera dengan cara yang membumi: ngamen, ngaji, lalu menggalang donasi bersama warga.
Kegiatan yang berlangsung di RTH Alun-alun Kaliwungu ini tidak sekadar pengumpulan dana. Ia menjadi ruang temu antara kepedulian sosial dan kesadaran kultural. Musik jalanan, lantunan doa, serta percakapan warga mengalir tanpa panggung besar dan tanpa retorika berlebihan.
Berbagai komunitas seni dan budaya terlibat dalam aksi tersebut. Mereka hadir bukan sebagai penonton penderitaan, melainkan sebagai sesama manusia yang merasa perlu ikut memikul beban, meski dengan cara sederhana.
Salah satu pegiat seni, Alif Iskandar, menyebut kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama bahwa empati tidak selalu harus megah. Kadang ia cukup hadir, mendengar, lalu bergerak bersama.
Menjelang malam, suasana berubah lebih hening. Ngaji bersama dipimpin oleh Gus Muis dari Madrasah Budaya Pungkuran. Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga tidak hanya menoleh pada korban bencana, tetapi juga bercermin pada relasi manusia dengan alam.
Menurutnya, bencana bukan semata peristiwa alam, melainkan penanda bahwa ada yang perlu ditata ulang dalam cara manusia hidup dan memperlakukan lingkungannya.
Hujan sempat turun, namun tidak menghentikan kegiatan. Donasi tetap dihimpun, termasuk melalui parade musik yang berkeliling kawasan Kaliwungu. Bagi sebagian warga, malam itu bukan tentang berapa yang terkumpul, tetapi tentang rasa ikut memiliki duka orang lain. Dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatera melalui jaringan relawan.
Aksi komunitas di Kaliwungu ini menjadi pengingat bahwa solidaritas tidak selalu lahir dari instruksi atau agenda besar. Ia bisa tumbuh dari ruang publik, dari kesediaan mendengar, dan dari keberanian untuk peduli secara jujur. Di situlah suara muda menemukan maknanya sebagai media perubahan.
Sumber: Ayosemarang.com, “Ngamen hingga Ngaji, Cara Komunitas di Kaliwungu Bantu Korban Bencana Sumatera”
Editor : Danang Afi