KENDAL, inspiratifonline.com — Upaya memperkuat pengelolaan hutan yang ramah lingkungan sekaligus berdampak ekonomi bagi masyarakat terus didorong di Kabupaten Kendal.
Salah satunya melalui pengembangan agroforestry, sistem tanam terpadu yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan komoditas pertanian agar lahan hutan tetap lestari namun produktif.
Semangat tersebut tercermin dalam peringatan Hari Lahir ke-21 Serikat Karyawan (Sekar) DPD KPH Kendal yang digelar di kawasan Perum Perhutani KPH Kendal, BKPH Boja, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga sarana mempererat kolaborasi antara karyawan, petani hutan, dan manajemen Perhutani.
Dalam kegiatan bertema “Bergerak Bersama, Tumbuh Lebih Kuat” itu, Sekar menyalurkan bantuan ribuan bibit kopi dan karet kepada petani hutan.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan agroforestry sebagai sumber pendapatan jangka menengah hingga panjang bagi masyarakat sekitar hutan.
Ketua Sekar DPD KPH Kendal yang juga Sekretaris DPW Sekar Jawa Tengah, Sucipto, menyampaikan bahwa penyaluran bibit merupakan bentuk kontribusi nyata serikat karyawan terhadap keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan petani hutan.
“Dalam peringatan harlah ini, Sekar menyerahkan sekitar 1.100 bibit kopi dan 2.000 bibit karet. Targetnya, empat sampai lima tahun ke depan tanaman ini sudah bisa memberikan hasil ekonomi bagi petani dan mendukung produktivitas Perhutani,” ujar Sucipto.
Ia menambahkan, Sekar berkomitmen mengambil peran lebih luas dari sekadar memperjuangkan kepentingan internal karyawan.
“Sebagai bagian dari Perhutani, kami merasa punya tanggung jawab ikut menjaga keberlanjutan perusahaan, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat desa hutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perum Perhutani KPH Kendal, Muhadi, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi positif antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan. Menurutnya, keterlibatan Sekar dalam pengembangan agroforestry selaras dengan arah kebijakan pengelolaan hutan yang inklusif.
“Sekar selama ini menjadi mitra strategis kami. Tidak hanya memberi masukan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam upaya optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan,” ujar Muhadi.
Ia menjelaskan, pengembangan kopi dan karet di bawah tegakan hutan menjadi alternatif pemanfaatan lahan yang tidak merusak fungsi ekologis hutan.
“Dengan agroforestry, kawasan hutan tetap terjaga, sementara kelompok tani hutan juga mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengapresiasi langkah Sekar dan Perhutani dalam mendorong budidaya kopi dan karet. Ia berharap petani hutan terus meningkatkan kualitas hasil agar memiliki daya saing di pasar.
“Petani kopi harus terus memperbaiki kualitas. Pemerintah daerah siap mendukung, termasuk membuka akses pemasaran agar produk kopi Kendal semakin dikenal,” ungkap Pandu.
Melalui peringatan Harlah ke-21 ini, Sekar KPH Kendal menegaskan perannya sebagai jembatan kolaborasi antara karyawan, perusahaan, petani hutan, dan pemerintah dalam membangun kehutanan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.