KENDAL, inspiratifonline.com — Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pembangunan desa kini semakin berkembang. Tidak hanya menjalankan unit usaha sederhana, BUMDes mulai diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong desa agar lebih mandiri secara ekonomi. Melalui pengelolaan yang profesional dan pemanfaatan potensi lokal, BUMDes diharapkan mampu menciptakan kegiatan usaha yang produktif sekaligus berkelanjutan.

Salah satu sektor yang mulai banyak dikembangkan BUMDes adalah pertanian modern. Dengan memanfaatkan teknologi budidaya yang lebih maju serta sistem kemitraan yang jelas, sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai usaha tradisional, tetapi sebagai bisnis agribisnis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Di Kabupaten Kendal, langkah tersebut mulai terlihat melalui pengembangan usaha yang dilakukan BUM Desa Mekar Jaya di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu. BUMDes ini mengembangkan program budidaya melon premium dengan sistem greenhouse modern yang menggabungkan teknologi pertanian presisi dengan model kemitraan agribisnis.

Greenhouse yang dibangun memiliki luas sekitar 300 meter persegi dan ditanami dua varietas melon premium, yaitu Melon Intanon dan Melon Sweet Hami. Kedua jenis melon tersebut dikenal memiliki kualitas buah yang baik dengan tingkat kemanisan tinggi serta tekstur yang diminati pasar modern.

Selain fokus pada proses produksi, program ini juga dibangun dengan sistem kemitraan yang cukup kuat. Pendampingan teknis budidaya dilakukan oleh Asosiasi Juragan Organik Semesta yang memberikan bimbingan terkait teknik budidaya, pengaturan nutrisi tanaman, hingga manajemen greenhouse.

Sementara itu, untuk memastikan hasil panen dapat terserap pasar dengan baik, BUMDes juga menjalin kerja sama dengan PT Zanzibar sebagai mitra off taker yang membantu dalam penyerapan serta menjaga standar kualitas produk.

Direktur BUMDes Mekar Jaya Nolokerto Imron Zamzani mengatakan bahwa program greenhouse melon premium ini menjadi salah satu upaya desa untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

“Program greenhouse melon ini kami kembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pendampingan maupun pemasaran hasil produksi.

“Kami bersyukur karena dalam program ini ada pendampingan teknis yang kuat serta dukungan mitra off taker yang siap menyerap hasil panen, sehingga budidaya yang kami lakukan memiliki kepastian pasar,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi unit usaha yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat desa.

“Harapan kami, program ini bisa berkembang lebih besar, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa, serta menjadi contoh pengembangan pertanian modern berbasis desa,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *