KENDAL, inspiratifonline.com — Kinerja pendapatan pajak daerah Kabupaten Kendal sepanjang tahun 2025 dinilai menunjukkan tren yang menggembirakan. Di tengah penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD), realisasi pajak daerah mampu mencapai lebih dari 90 persen dari target yang ditetapkan.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal mencatat realisasi pajak daerah tahun 2025 sebesar Rp 379,95 miliar dari target Rp 411,63 miliar atau sekitar 92,29 persen. Capaian tersebut mendapat perhatian DPRD Kendal sebagai sinyal positif bagi ketahanan fiskal daerah.
DPRD Kendal menilai, kinerja tersebut mencerminkan upaya serius pemerintah daerah dalam menjaga pendapatan asli daerah. Namun demikian, DPRD juga mendorong adanya evaluasi terhadap sektor pajak yang masih belum optimal.
“Secara umum capaian ini patut diapresiasi. Tetapi masih ada jenis pajak yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti pajak MBLB dan BPHTB yang realisasinya belum maksimal,” kata salah satu anggota Komisi D DPRD Kendal.
Di sisi lain, beberapa sektor pajak justru mencatat kinerja di atas target.
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), misalnya, berhasil melampaui target hingga lebih dari 100 persen, menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.
Kepala Bapenda Kendal Abdul Wahab menyampaikan bahwa capaian pajak tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, berbagai langkah pembenahan dan inovasi menjadi faktor pendorong peningkatan tersebut.
“Jika dibandingkan tahun 2024, realisasi pajak tahun 2025 meningkat cukup tajam. Ini hasil dari upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bapenda Kendal menerapkan sejumlah strategi, seperti pemanfaatan tapping box, pembaruan data objek pajak, serta optimalisasi opsen pajak kendaraan bermotor dan BBNKB. Langkah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan dan akurasi penerimaan pajak.
Untuk tahun 2026, Pemkab Kendal menetapkan target pajak daerah yang lebih tinggi, yakni sekitar Rp 511,49 miliar. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
“Kami menyadari target tahun depan cukup besar. Karena itu, dukungan sumber daya manusia dan kesadaran wajib pajak menjadi kunci agar target tersebut bisa tercapai,” ujar Wahab.
Pemerintah daerah berharap, peningkatan kinerja pajak dapat memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kendal secara berkelanjutan.***
