Kendal, Inspiratifonline.com – Di tengah duka nasional akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kendal bergerak cepat menggalang donasi untuk membantu para penyintas.
Inisiatif ini digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Kendal sebagai bentuk solidaritas terhadap ribuan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Bencana ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, dan banyak wilayah masih terisolasi hingga saat ini.
Pada tahap pertama, open donasi uang selama satu minggu berhasil mengumpulkan Rp1.897.000. Dana tersebut telah disalurkan melalui platform resmi Kitabisa untuk mendukung kebutuhan mendesak korban.
Kemudian, pada minggu berikutnya, digelar open donasi logistik yang menghimpun beberapa dus berisi pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, serta mie instan. Seluruh bantuan logistik ini disalurkan melalui JNE Cabang Kecamatan Cepiring.
“Kami menyadari bahwa bantuan yang kami kumpulkan ini masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan di lapangan. Namun, kami berharap sedikit kontribusi ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra” ujar perwakilan BEM STIKES Kendal.
Aksi ini terinspirasi dari berbagai video yang beredar di media sosial, di mana para penyintas menyampaikan keluhan atas keterlambatan bantuan serta kondisi sulit pascabencana, seperti kekurangan makanan, listrik, dan tempat tinggal layak. Salah satu penyintas bahkan menyatakan, “Bantu kami semampu adek-adek” yang menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa STIKES Kendal.
Pihak mahasiswa juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada JNE yang telah mendukung distribusi bantuan secara gratis hingga batas waktu tertentu, sejalan dengan program “Bergerak Bersama Peduli Bencana” yang digelar perusahaan logistik tersebut.
Bencana banjir dan longsor di Sumatra ini masih dalam status tanggap darurat di puluhan kabupaten/kota. Pemerintah dan berbagai lembaga terus berupaya menyalurkan bantuan, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kepedulian seperti yang ditunjukkan mahasiswa STIKES Kendal menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam penanggulangan bencana nasional.