KENDAL, inspiratifonline.com – Hujan yang turun beruntun dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan persoalan serius di wilayah aliran Sungai Waridin, Kecamatan Kaliwungu.

Pada Kamis malam (15/1/2026), sebagian tanggul sungai tersebut dilaporkan rusak dan ambrol di kawasan Desa Kumpulrejo, memicu kewaspadaan warga sekitar.

Kerusakan terjadi di RW 02, dekat akses jembatan yang menghubungkan Desa Kumpulrejo dengan Desa Kebonadem. Sekitar pukul 20.56 WIB, derasnya aliran sungai yang mengarah ke timur menyebabkan tekanan air meningkat, hingga akhirnya tanggul tidak mampu lagi menahan debit yang terus bertambah.

Situasi darurat itu mendorong warga setempat bergerak cepat. Tanpa menunggu bantuan datang, mereka bergotong royong melakukan upaya penahanan sementara agar kerusakan tidak meluas ke bagian tanggul lainnya.

M. Faizin, warga yang ikut berjaga sejak awal kejadian, menyebut kerusakan tanggul cukup mengkhawatirkan karena berada dekat dengan permukiman dan lahan produktif warga.

“Airnya besar sekali dan arusnya kencang. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin air masuk ke rumah-rumah dan sawah warga. Makanya malam itu juga kami langsung turun untuk menahan sebisanya,” ungkap Faizin.

Ia menambahkan, langkah yang dilakukan warga masih bersifat sementara dan membutuhkan penanganan teknis agar tanggul bisa kembali berfungsi normal.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menyatakan telah menerima laporan dan langsung melakukan koordinasi lintas sektor.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan kajian awal.

“Kami sudah mendapatkan informasi dan langsung menindaklanjuti. Tim berada di lapangan untuk melihat kondisi tanggul dan situasi sekitar. Penanganan akan dilakukan bertahap sesuai hasil assessment,” jelas Iwan.

BPBD juga menjalin komunikasi dengan dinas teknis terkait, termasuk instansi pengelola sungai, guna menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Iwan mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, khususnya di wilayah Kaliwungu hingga kawasan hilir Sungai Kendal, agar tetap siaga menghadapi kemungkinan kenaikan muka air.

“Kondisi cuaca masih belum stabil. Kami minta warga lebih waspada, terutama yang tinggal di dekat tanggul sungai,” imbaunya.

Ia menjelaskan, meskipun curah hujan pada Kamis malam tidak setinggi hari sebelumnya, faktor pasang air laut turut memengaruhi tingginya debit sungai.

“Selain hujan, ada pengaruh rob. Namun diperkirakan pasang akan segera surut. Saat ini juga dilakukan upaya modifikasi cuaca oleh BPBD Provinsi bersama BNPB untuk mengurangi intensitas hujan,” tandasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *