Kendal, lnspiratifonline.com – Kafe Qulhu Kopi resmi dibuka melalui acara Grand Opening yang dikemas dalam format Ngaji & Ngopi, Selasa malam, 10 Februari 2026, di Srogo, Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menghadirkan Kyai Ubaidillah Shodaqoh selaku Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah sebagai pembuka acara.

‎Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan konsep diskusi budaya yang memadukan kopi, musik, dan refleksi keislaman Nusantara. Dalam forum tersebut, Kyai Paox Iben Mudhafar Pengasuh Pondok Budaya Ndalem Wongsorogo mengulas tema “Kopi dan Penyebaran Islam”, menempatkan kopi bukan sekadar komoditas, melainkan medium peradaban.

‎Kyai Paox Iben menyinggung jejak kopi dalam sejarah pemikiran, mulai dari komunitas intelektual pada era Yunani yang kerap dikaitkan dengan tradisi diskusi ala Socrates, peran tarekat Syadziliyah dalam menyebarkan budaya kopi di dunia Islam, hingga masuknya kopi ke Nusantara pada masa kolonial Belanda. Ia juga membahas kandungan kimia dalam satu butir kopi yang dianalogikan sebagai “obat rakyat”, serta refleksi filosofis yang ia sebut sebagai “Qulhu Kopi”.

‎Acara semakin hidup dengan penampilan musik akustik dari Qithmir dan Frasa Kata, yang membawakan lagu-lagu modern dalam balutan sederhana, menegaskan suasana dialog yang cair dan egaliter.

‎Sejumlah tokoh tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rais PWNU Jawa Tengah Kyai Ubaidillah Shodaqoh, Gus Muis dari Madrasah Budaya, Ahmad Ali Nurdin Ketua GP Ansor Kendal, Setia Naka Andrian Akademisi UPGRIS dan pemilik Sarang Lilin Art, Muslichin dari Lesbumi Kendal, serta warga sekitar Srogo dan Brangsong.

‎Dalam sambutannya, Kyai Ubaidillah Shodaqoh menekankan pentingnya pola pikir Nusantara yang tidak memutus relasi antara tradisi, kerja, dan spiritualitas. Ia menyebut kopi sebagai bagian dari keseharian yang, bila ditempatkan secara proporsional, justru membantu produktivitas manusia dalam beramal dan bekerja.

‎Acara ini juga diwarnai kejutan perayaan ulang tahun ke-50 untuk Kyai Paox Iben Mudhafar, yang disambut hangat oleh para hadirin.

‎Sementara itu, pemilik Qulhu Kopi, Thohir Ardana, menyampaikan bahwa keunikan kafe yang dikelolanya terletak pada komitmen memberdayakan petani kopi lokal. Seluruh bahan baku kopi yang disajikan berasal dari hasil panen petani sekitar Kendal.

‎Grand opening Qulhu Kopi menandai lahirnya ruang baru di Kendal yang tidak hanya menawarkan kopi, tetapi juga percakapan, pengetahuan, dan perjumpaan lintas latar belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *