KENDAL, inspiratifonline.com — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara Jawa Tengah kembali memicu kepanikan warga.
Hujan deras dengan durasi panjang membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Kendal berada dalam ancaman banjir, terutama daerah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Keterbatasan saluran air serta sedimentasi yang terus menumpuk memperbesar risiko luapan ketika hujan turun deras dalam waktu bersamaan.
Kondisi ini kembali dirasakan warga Kecamatan Brangsong pada Minggu malam (15/2/2026).
Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 22.30 WIB dan baru mereda sekitar pukul 01.30 WIB.
Dalam waktu kurang dari tiga jam, debit air Kali Aji melonjak drastis hingga akhirnya meluap di wilayah Desa Tunggulsari.
Air bah tak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga. Sejumlah titik di Blorok, Srogo, dan kawasan hilir lainnya ikut terancam karena berada di satu jalur aliran sungai yang sama.
Ahkam, warga Tunggulsari, menceritakan detik-detik saat air mulai naik.
“Hujannya deras sekali mulai sekitar jam sepuluh malam. Tidak berhenti sampai lewat tengah malam. Air cepat sekali naiknya,” ujarnya.
Menurutnya, luapan terjadi begitu cepat hingga warga tak sempat melakukan banyak persiapan.
“Tiba-tiba air sudah masuk ke jalan dan ke rumah-rumah. Akses jalan langsung tertutup genangan,” katanya.
Ia juga memperingatkan warga di wilayah hilir agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kalau di Tunggulsari sudah meluap, biasanya daerah Srogo dan Blorok pasti kena juga. Karena ini satu aliran,” ungkapnya.
Ahkam menilai pendangkalan sungai di beberapa titik memperparah situasi.
“Di Srogo itu sungainya sudah dangkal. Sedimentasinya tinggi, jadi air mudah sekali meluber,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa.
“Kami sudah minta kepala desa untuk menyiapkan titik evakuasi sementara jika debit air kembali meningkat. Tim kami masih siaga dan memantau perkembangan,” tegasnya.