KENDAL, inspiratifonline.com – Perubahan pola interaksi generasi muda yang kian individual mendorong lahirnya ruang-ruang baru untuk bertemu dan berbincang. Dari kegelisahan itulah Qulhu Kopi hadir di Srogo, Brangsong, Kendal, membawa konsep kafe yang tidak hanya modern dan estetik, tetapi juga sarat nilai sosial.

Berbeda dengan kedai kopi pada umumnya, Qulhu Kopi dirancang sebagai ruang bersama yang mempertemukan budaya ngopi dengan diskusi, literasi, dan penguatan peran pemuda di tengah masyarakat. Kafe ini resmi diluncurkan pada Selasa malam (10/2/2026).

Qulhu Kopi merupakan inisiatif Pondok Pesantren Ndalem Wongsorogo yang ingin memperluas fungsi pesantren agar tetap relevan dengan dinamika zaman. Lewat pendekatan yang lebih cair dan terbuka, pesantren dihadirkan ke ruang publik tanpa kehilangan identitasnya.

Ketua Yayasan Al-Mudhaffar dan Ndalem Wongsorogo, Thohir Ardana, menyampaikan bahwa Qulhu Kopi lahir dari gagasan menjadikan pesantren sebagai pusat pembelajaran yang kontekstual.

“Kami ingin santri tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga siap menghadapi realitas sosial dan dunia profesional,” ujarnya.

Menurut Ardan, Qulhu Kopi menjadi laboratorium nyata bagi santri untuk belajar manajemen usaha, pelayanan, hingga etos kerja. Seluruh proses operasional kafe dikelola langsung oleh santri dengan pendampingan.

“Dari dapur sampai bar, semuanya menjadi media belajar. Ini pendidikan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan,” katanya.

Dari sisi sajian, Qulhu Kopi menghadirkan beragam varian kopi Arabika dan Robusta yang bersumber dari petani lokal serta jejaring santri. Salah satunya Arabika Sukorejo yang masih berada dalam lingkar komunitas pesantren.

“Kami ingin kopi yang disajikan punya nilai keberlanjutan, bukan hanya soal rasa,” jelas Ardan.

Pengasuh Pondok Pesantren Ndalem Wongsorogo, Yai Iben Mudaffar atau Gus Paux Iben, menilai keberadaan warung kopi memiliki makna sosial yang kuat.

“Warung kopi itu ruang pertemuan. Dari obrolan santai sering lahir gagasan-gagasan besar,” tuturnya.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, menekankan pentingnya ruang diskusi yang berakar pada budaya dan literasi.

“Kedai kopi seperti ini bisa menjadi ruang lahirnya pemikiran yang berpijak pada nilai Nusantara,” ucapnya.

Ke depan, Qulhu Kopi diharapkan menjadi ruang terbuka yang mendorong dialog lintas generasi, memperkuat literasi, serta menjadi simpul interaksi sosial di tengah masyarakat Kendal.

“Qulhu Kopi kami niatkan sebagai ruang tumbuh, tempat kopi menjadi pintu masuk bagi gagasan dan perubahan,” pungkasnya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *