KENDAL, inspiratifonline.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal menggelar press release akhir tahun 2025 di Ruang Rapat BNN Kendal, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pertanggungjawaban publik sekaligus evaluasi menyeluruh atas upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) sepanjang tahun 2025.
Penyampaian rilis akhir tahun merupakan bagian dari kewajiban lembaga pemerintah dalam membuka capaian, tantangan, serta arah kebijakan kepada masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat kejahatan narkotika terus mengalami perkembangan, baik dari sisi modus operandi, jaringan peredaran, hingga ragam jenis zat terlarang yang mengancam masa depan generasi bangsa.
Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati, S.Sos., M.M, menyampaikan bahwa persoalan narkotika saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan turut dipengaruhi dinamika kawasan Asia Tenggara hingga jaringan internasional.
“Permasalahan narkoba merupakan ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, holistik, integratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejalan dengan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2025–2029, pemberantasan narkoba ditetapkan sebagai program prioritas nasional dan masuk dalam misi Astacita.
Kondisi tersebut menuntut BNN untuk terus memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat secara simultan.
Sepanjang tahun 2025, BNN Kabupaten Kendal fokus memperluas kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan berbagai mitra. Kerja sama tersebut melibatkan satuan pendidikan, organisasi keagamaan, pemerintah desa, lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, hingga wilayah zonasi Kabupaten Demak dan Grobogan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan P4GN sekaligus mewujudkan Kendal Bersinar, Kendal Bersih dari Narkoba,” jelasnya.
Dalam bidang pencegahan, ratusan kegiatan edukasi dilaksanakan, mulai dari rapat koordinasi Desa Bersinar, penguatan ketahanan keluarga, peluncuran Desa Bersinar, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), hingga berbagai program kreatif seperti Seruling Mas, Safari Religi (Safarel), Caraka, serta kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang langsung menyasar masyarakat.
Kelompok generasi muda menjadi sasaran utama melalui program remaja Teman Sebaya, pelatihan guru dan pendamping, integrasi kurikulum anti-narkoba, lomba penyuluhan P4GN bagi TP PKK, serta pembentukan Saka Anti Narkoba pertama di Provinsi Jawa Tengah.
Di bidang rehabilitasi, BNN Kendal mengedepankan pendekatan humanis melalui Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan, pemberian bantuan atensi kepada klien, monitoring standar layanan, hingga pelatihan keterampilan produktif guna mendukung proses reintegrasi sosial.
Sementara pada aspek pemberantasan, BNN Kendal melakukan langkah tegas dan terukur melalui pengungkapan berbagai kasus narkotika. Upaya tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan razia dan tes urin di lapas, instansi, tempat hiburan malam, penginapan, hingga jasa pengiriman sebagai langkah deteksi dini.
Pemusnahan barang bukti juga dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Berbagai capaian positif turut diraih BNN Kabupaten Kendal sepanjang 2025, di antaranya tiga penghargaan tingkat nasional.
Prestasi tersebut meliputi peringkat pertama BNNK dalam implementasi sistem informasi naskah dinas dan kearsipan (e-Sidinar), peningkatan tata kelola barang milik negara, serta keakuratan pengisian data aset.
Selain itu, BNN Kendal juga memperoleh penghargaan sebagai unit dengan kinerja terbaik dalam capaian indikator pelaksanaan anggaran semester I 2025 dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah.
Di bidang rehabilitasi, Klinik Pratama Binawaras BNN Kendal berhasil meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Deputi Rehabilitasi BNN RI serta akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan RI.
“Setiap langkah kecil adalah fondasi perubahan, dan setiap kolaborasi adalah kekuatan. Inilah komitmen kami untuk melindungi generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Anna Setiyawati.***
