KENDAL, inspiratifonline.com – Di saat sebagian besar warga telah meninggalkan kawasan yang terus terendam rob di Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal, masih ada satu keluarga yang bertahan hidup di tengah kepungan air. Kondisi itulah yang mendorong Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar turun langsung melihat situasi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Perjalanan menuju rumah warga tidak mudah. Bersama sejumlah anggota dan jajaran terkait, Kapolres harus berjalan melewati genangan rob yang membentang hingga beberapa kilometer. Rumah yang dituju merupakan salah satu bangunan yang masih dihuni di kawasan yang sebagian besar telah kosong akibat banjir rob berkepanjangan.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan kebutuhan pokok diserahkan kepada Siti Rokhanah yang selama ini tinggal bersama keluarganya di lokasi yang nyaris terisolasi dari permukiman lain. Selain menyerahkan bantuan, Kapolres juga mendengarkan langsung berbagai kesulitan yang dihadapi warga sehari-hari.

“Kita dalam rangka HUT Bhayangkara ingin berbagi dan membantu warga yang membutuhkan, salah satunya Ibu Siti Rokhanah yang tinggal di rumah yang terendam rob dan terjebak,” ujar Hendry.

Menurutnya, kondisi yang dialami warga tersebut membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, kepolisian berupaya mendorong langkah-langkah yang dapat membantu warga memperoleh tempat tinggal yang lebih aman sembari menunggu proses relokasi permanen.

Kapolres mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar solusi jangka pendek bisa segera direalisasikan sehingga warga tidak terus menerus hidup di tengah ancaman banjir rob.

“Kalau menunggu relokasi dilakukan butuh waktu. Kita ingin dalam dua pekan ini sudah bisa pindah. Minimal kita akan carikan rumah kontrakan terlebih dahulu agar lebih layak untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

Siti Rokhanah mengaku kawasan tempat tinggalnya dahulu merupakan wilayah yang nyaman dihuni dan jauh dari ancaman banjir. Namun kondisi berubah dalam beberapa tahun terakhir setelah rob terus meningkat hingga menenggelamkan sebagian besar lingkungan sekitar.

“Saya tinggal di sini sejak tahun 2006. Dulunya tidak banjir, tanaman juga banyak tumbuh subur di sekitar rumah. Namun beberapa tahun terakhir, banjir rob terus naik dan sudah menggenangi seluruh wilayah sekitar rumah,” ujar Siti.

Kini harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman mulai terbuka. Berbagai pihak disebut tengah berupaya membantu proses relokasi agar keluarga tersebut dapat menjalani kehidupan yang lebih layak di luar kawasan terdampak rob.

“Kalau menunggu relokasi dilakukan butuh waktu. Kita ingin dalam dua pekan ini sudah bisa pindah. Minimal kita akan carikan rumah kontrakan terlebih dahulu agar lebih layak untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *