KENDAL, inspiratifonline.com – Banjir yang merendam 11 desa di empat kecamatan Kabupaten Kendal mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun di balik menurunnya genangan, persoalan infrastruktur sungai kembali menjadi sorotan.

Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga dan 1.300 rumah terdampak akibat luapan air yang terjadi sejak Selasa (10/2/2026) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan genangan di sejumlah wilayah kini berangsur menurun.

“Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah mengalami genangan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan hujan deras menjadi pemicu utama naiknya debit sungai hingga meluap ke permukiman warga.

Namun faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab. Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengungkapkan adanya persoalan tanggul yang memperparah dampak banjir.

“Banjir dipicu hujan intensitas tinggi, ditambah tanggul darurat Sungai Jaran di Desa Sidorejo jebol. Limpasan Sungai Blorong juga terjadi karena tanggul belum ditinggikan atau diparapet,” jelasnya.

Sejumlah wilayah memang telah bebas dari genangan, seperti Kecamatan Boja. Sementara di Kaliwungu Selatan, air tersisa sekitar 10–20 sentimeter. Di Ngampel, ketinggian sempat mencapai 80 hingga 100 sentimeter sebelum perlahan turun. Di Brangsong, genangan 30–50 sentimeter masih terlihat meski terus menyusut.

Iwan menegaskan, evaluasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci agar kejadian serupa tak terus berulang.

“Kewaspadaan dini itu penting. Pemerintah desa dan kecamatan harus lebih care terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.

Meski kondisi berangsur membaik, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang bisa kembali meningkatkan debit air, terutama di wilayah hilir.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *